Kapolda: Agar tidak melupakan sejarah NKRI di Kepri

Kapolda: Agar tidak melupakan sejarah NKRI di Kepri

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto menyalami peserta upacara HUT ke-4 RI usai upacara di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu. (Humas Polda Kepri)

Batam (ANTARA) - Kepala Daerah Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengajak masyarakat agar tidak melupakan sejarah pertama kali Merah Putih berkibar di wilayah setempat.

Kapolda dalam arahannya saat Upacara HUT ke-74 RI, Sabtu mengatakan Merah Putih pertama kali dikibarkan di Kepri pada akhir 1949, beberapa tahun setelah Proklamasi dibaca pendiri negara.

"Perlu diketahui bahwa Sang Merah Putih berkibar di Bunda Tanah Melayu Bumi segantang lada pada tanggal 29 Desember 1949 di Gedung Daerah yang pada saat itu disebut juga Residence Riau," kata dia.
Baca juga: Polda maluku gelar upacara bendera di laut

Gedung Daerah yang berlokasi di Kota Tanjungpinang, Pulau Bintan merupakan saksi sejarah pengibaran bendera merah putih.

Pengibaran bendera dipelopori 2 orang pemuda, tokoh dari Lingga, Mochtar Husein dan Tengku Muhammad Saleh.

Kapolda meminta masyarakat tidak melupakan sejarah itu, sebagaimana pesan Bapak Proklamator, Soekarno.

"Bung Karno sang Proklamator mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, 17 Agustus merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa ini," kata dia.
Baca juga: Bendera merah putih raksasa berkibar di menara Masjid Al Akbar

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kepri menyampaikan amanat Kapolri, yang mengingatkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Indonesia, adalah momentum untuk bersyukur, atas seluruh karunia Tuhan YME.

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia juga menjadi momentum untuk berterima kasih kepada seluruh pahlawan kusuma bangsa, atas seluruh perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan, kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut dia, kepolisian di era demokrasi harus bertumpu kepada upaya untuk meraih kepercayaan masyarakat, selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara, dengan mewujudkan penegakan supremasi hukum dan HAM, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta optimalisasi pemeliharaan Kamtibmas.

"Meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, laksanakan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan Kamtibmas, agar dapat terselesaikan secara tuntas sebelum berkembang menjadi gangguan nyata," kata dia.

Kapolri juga meminta jajarannya tetap menjalin koordinasi dan kerja sama sinergis dengan satuan TNI di semua tingkatan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat, baik secara formal maupun informal.
Baca juga: Bendera Merah Putih berkibar di Balai Kota San Francisco
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019