Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Jawaban Zuckerberg soal keamanan data dinilai tidak lengkap

Sejumlah orang memotret plat nama CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg yang tidak hadir pada pertemuan mengenai Data, Privasi dan Demokrasi Komite Besar Internasional di Parlianment Hill di Ottawa, Ontario, Kanada, Selasa (28/5/2019).REUTERS/Chris Wattie/djo/foc

Jakarta (ANTARA) - Senator partai Demokrat Amerika Serikat, Gary Peters menanyakan kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg perihal testimoninya pada April 2018 lalu tentang Facebook diduga mengambil audio dari pengguna dan mengirimnya ke pihak ketiga untuk dianalisis dan dibuat transkripsi.

"Saya secara spesifik bertanya apakah Facebook menggunakan audio yang diambil dari perangkat mobile untuk memperkaya informasi tentang pengguna. Jawaban empatik Anda adalah tidak," kata Peters dalam surat untuk Zuckerbeg, dikutip dari Reuters, Jumat.

"Jika laporan-laporan tersebut akurat, saya khawatir testimoni Anda di hadapan Kongres tidak lengkap," kata Peters.

Facebook tidak berkomentar atas kabar tersebut.

Dalam surat tersebut, terungkap bahwa Facebook beberapa waktu setelahnya mengirimkan jawaban tertulis untuk Kongres bahwa mereka mengakses audio pengguna ketika pengguna mengaktifkan fitur tertentu untuk layanan Facebook.

Peter menilai Facebook dalam surat tersebut tidak "menjelaskan apa yang dilakukan dengan audio yang diakses dalam keadaan tersebut, tujuan Facebook menggunakan praktik tersebut atau alasan ketidakcocokan testimoni Anda mengenai masalah ini dalam sidang".

Komisi Perlindungan Data Irlandia beberapa waktu lalu menanyakan bagaimana Facebook menangani data transkripsi manual rekaman suara. Komisi sudah memanggil delapan orang dari Facebook, termasuk dua orang dari WhatsApp dan seorang dari Instagram.

"Sama seperti Apple dan Google, kami menghentikan tinjauan audio lebih dari sepekan yang lalu," kata Facebook beberapa hari lalu.

Facebook memiliki tim manusia untuk meninjau audio pribadi dari aplikasi Messenger untuk memperbaiki transkripsi yang dibuat oleh sistem kecerdasan buatan. Facebook menyatakan tidak ada pengguna di Uni Eropa yang terdampak.

Facebook menyamarkan audio tersebut agar identitas individu tidak terungkap dan Facebook tidak pernah mendengarkan mikrofon pengguna tanpa aktivasi eksplisit.

Baca juga: Instagram tambah fitur laporkan hoax

Baca juga: Cara menghindari sensor Facebook di Messenger

Baca juga: Peneliti temukan tiga kelemahan besar WhatsApp
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019