BPPT dorong komersialisasi hasil pengkajian teknologi ke industri

BPPT dorong komersialisasi hasil pengkajian teknologi ke industri

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza berbicara kepada wartawan dalam acara Bussiness Gathering 2019 di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (14/8/2019). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkenalkan layanan teknologi, produk-produk unggulan hasil inovasi kepada mitra bisnis dan industri melalui Business Gathering 2019, dalam mendorong komersialisasi hasil pengkajian dan penerapan teknologi ke industri dan masyarakat.

"Pusyantek (Pusat Layanan Teknologi BPPT) di sini berkepentingan menjalankan sebuah 'operation' bagaimana melaksanakan komersialisasi dari inovasi dan layanan teknologi," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam Bussiness Gathering 2019 di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu.

Bussiness Gathering 2019 bertemakan Teknologi untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa di Bidang Teknologi Elektronika, Transportasi dan Manufaktur. Melalui pertemuan itu, diharapkan dapat meningkatkan pendayagunaan dan pemanfaatan produk inovasi teknologi hasil kegiatan kerekayasaan di BPPT oleh industri dan masyarakat, khususnya di tiga bidang teknologi tersebut.

Hammam menuturkan BPPT terus berupaya dalam percepatan penguasaan teknologi sebagai penghela pertumbuhan ekonomi untuk mencapai Indonesia maju dan mandiri.

Berdasarkan undang-undang , BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi memiliki tujuh peran penting, yakni perekayasaan, kliring teknologi, audit teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), difusi iptek dan komersialisasi teknologi.

"Komersialisasi itu hanya bisa dilakukan bila kita sudah menempuh proses pengkajian dan penerapan," tuturnya.

Percepatan penguasaan teknologi merupakan kunci untuk mendoorng percepatan pembangunan bangsa berbasis iptek.

Tiap tahun, layanan teknologi yang disediakan Pusyantek BPPT bertambah mulai 2014-2018, secara berturut-turut 78 layanan, 134 layanan, 161 layanan, 170 layanan, dan 171 layanan.

Baca juga: BPPT: SDM unggul tingkatkan inovasi berdaya saing
Baca juga: BPPT: Iptek makin kuat dalam penentuan kebijakan melalui UU Sisnas
Baca juga: BPPT: Manajemen talenta nasional ciptakan SDM dengan posisi strategis
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019