Timnas rugbi Indonesia butuh banyak pertandingan tingkat internasional

Timnas rugbi Indonesia butuh banyak pertandingan tingkat internasional

Pemain Rugbi Mongolia (merah) dan pemain Timnas Indonesia (biru) melakukan Scrum dalam pertandingan Asia Rugby Sevens Trophy 2019 di Lapangan Rugbi Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu. (Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Radityo Gondo Gambiro menyatakan tim nasional Indonesia membutuhkan lebih banyak pertandingan tingkat internasional guna melatih mental dan jam terbang.

"Kita sudah TC 6 bulan dan ini baru ujicoba pertama kita. Kelemahan kita adalah jam pertandingan. Asian trophy ini sebagai ujicoba dan evaluasi apa-apa kekurangan kita, sehingga dalam empat bulan akan kita sempurnakan," ujar Radityo di Lapangan Rugbi Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu.

Ia mengatakan penampilan tim rugbi Indonesia mulai diperhitungkan di tingkat Asia. Dalam kejuaraan Asia Rugbi Trophy di Singapura, mereka berhasil duduk di peringkat lima besar.

Menilik pada perkembangan rugbi di Indonesia, baru pada periode 2014 mulai dilakukan pembinaan, setelah PB PRUI masuk dalam organisasi di bawah naungan KONI pada 2013 silam.

Pada ajang Asian Games 2018, Timnas rugbi Indonesia mulai menunjukan eksistensinya. Namun dalam perhelatan bergengsi di Asia itu, mereka tidak bisa berbicara banyak dan jadi juru kunci.

Kegagalan mereka bukan hanya berdasarkan sumber daya manusia yang kurang, akan tetapi masalah persiapan yang minim turut mempengaruhi penampilan.

Pada ajang Asia Rugbi Trophy di Singapura pada 2018, permainan mereka mulai merangkak naik dan menempati posisi ke lima.

Saat ini dalam perhelatan yang sama di Jakarta, Timnas Rugbi mencoba untuk terus memperbaiki penampilannya sebagai persiapan menuju SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

"Target kita mengevaluasi latihan enam bulan sehingga empat bulan selanjutnya bisa kita evaluasi. fisik mereka bagus meningkat dibanding Asian Games, memang jam terbang aja. Atlet kecerdasan intelektualnya akan meningkat kalau sering bertanding," kata dia.

Dalam menghadapi SEA Games, Timnas rugbi dihadapkan masalah yang sama yakni kurangnya ikut kompetisi level internasional. Baru dibentuk pada awal tahun, mereka hanya baru menjalani satu kompetisi di Asia Rugby trophy ini.

Idealnya, para pemain harus mengikuti kompetisi dalam waktu empat bulan sekali guna melatih mental dan memperbanyak jam terbang.

"Secara fisik dan teknik saya sudah melihat ada kemajuan dari Asian Games. kita ga punya dana untuk Try Out. Idealnya, tiga setengah bulan hingga empat bulan satu kali Try out. Nah kita enam bulan baru ini aja," kata dia.

Baca juga: Indonesia targetkan masuk tiga besar di Asia Rugby Sevens Trophy

Baca juga: PB PRUI: sebuah kebanggaan Indonesia jadi tuan rumah Asia Rugby

Baca juga: Geliat rugby seven di tanah air
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019