Sekutu AS nyatakan IS dikalahkan, "kekhalifahan" dihilangkan

Sekutu AS nyatakan IS dikalahkan,

Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa (17/10/2017). (REUTERS/Erik De Castro)

Baghouz, Suriah (ANTARA) - IS (Daesh) telah dikalahkan di wilayah terakhirnya di Baghouz di Suriah, kata Pasukan Demokratik Suriah dukungan Amerika Serikat pada Sabtu, mengumumkan akhir dari "kekhalifahan" yang diberlakukannya sendiri di kawasan yang terbentang sepertiga di Irak dan Suriah.

SDF menyatakan "pengahapusan total yang disebut kekhalifahan itu," cuit Mustafa Bali, kepala kantor media SDF, di Twitter.

"Baghouz sudah dibebaskan. Kemenangan militer terhadap Daesh telah dicapai," tulisnya.

SDF telah bertempur untuk merebut Baghouz di perbatasan Irak selama beberapa pekan. "Kami perbarui janji kami untuk meneruskan perang dan mengejar para petempur IS hingga penghapusan penuh," tulisnya.

Kendati kekalahan IS di Baghouz mengakhiri cengkeraman kelompok itu atas negara kuasi jihadis yang mengangkangi Suriah dan Irak yang dideklarasikan tahun 2014, kelompok tersebut masih merupakan ancaman.

Sebagian para petempurnya masih bersembunyi di daerah padang pasir terpencil di Suriah dan di kota-kota Irak, mereka telah menyelinap ke dalam bayang-bayang, melancarkan penembakan mendadak atau penculikan dan menunggu peluang untuk bangkit lagi.

Amerika Serikat yakin pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi, berada di Irak. Dia berdiri di mimbar masjid agung abad pertengahan di Mosul tahun 2014 mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah, berdaulat atas semua orang Islam.

Lebih jauh para petempur di Afghanistan, Nigeria dan negara-negara lain tak menunjukkan tanda menarik kembali kesetiaan kepada IS, dan dinas-dinas intelejen mengatakan para simpatisannya di Barat mungkin merancang serangan-serangan baru.

Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, mengatakan pada Jumat, IS belum habis di Suriah, dengan menambahkan adalah pemerintah Damaskus yang didukung Rusia dan Iran sebagai pihak yang memeranginya, bukan Amerika Serikat.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kembalinya kehidupan normal masyarakat Suriah
Baca juga: Pasukan khusus Tunisia tembak tiga gerilyawan Daesh
Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019