WFP: 15 juta dolar untuk bantu Suriah Yaman Palestina

WFP: 15 juta dolar untuk bantu Suriah Yaman Palestina

Sejumlah anak pengungsi Suriah bermain sementara keluarga mereka berbelanja di hipermarket baru di kamp pengungsian Al-Zaatri, Mafraq, Yordania, dekat perbatasan Suriah, Kamis (6/2). Program Pangan Dunia (WFP) PBB hari Kamis kemarin membuka dua hipermarket di dalam kamp Zaatri yang mengijinkan para pengungsi membeli makanan pilihan mereka menggukan kupon makanan WFP, dan memberikan perasaan seperti dalam kehidupan normal bagi sekitar 100.000 pengungsi. (REUTERS/Muhammad Hamed)

Jakarta (ANTARA News) - Organisasi di bawah naungan PBB, World Food Programme (WFP), menyebutkan bahwa dibutuhkan sekitar 15 juta dolar AS per bulan untuk membantu suplai makanan bagi masyarakat dan pengungsi di tempat berkonflik di Suriah, Yaman dan di Gaza, Palestina.
   
"Tim WFP di sana selalu menangis jika melihat para anak-anak korban perang. Kami selalu melakukan yang terbaik untuk menyuplai makanan bagi mereka yang membutuhkan," kata Direktur WFP untuk wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Tengah dan Eropa Timur, Muhammad Hadi, di Jakarta, Rabu.
   
Pernyataan tersebut disampaikan Muhannad Hadi dalam diskusi publik bertema "A Fight for Food Security: Navigating Humanitarian Responses in the Middle East" (Perjuangan untuk Keamanan Pangan: Menavigasi Respons Kemanusiaan di Timur Tengah).
   
Menurut Muhannad, WFP sebagai organisasi non-profit telah membantu sekitar delapan juta rakyat kelaparan di Suriah, Yaman, dan Gaza.
   
"Kami tentu tidak mau mereka lebih menderita lagi akibat perang yang terjadi, terutama anak-anak. Sampai saat ini, kami sudah membantu sekitar delapan juta rakyat di Suriah, Gaza, Yaman," ujar dia.
   
Misalnya, World Food Programme menempatkan puluhan pekerjanya di Yaman untuk menyuplai bantuan makanan bagi anak-anak di negara tersebut yang kondisinya sangat memprihatinkan. 
   
Muhannad juga mengatakan bahwa World Food Programme berkomitmen untuk terus membantu masyarakat di Suriah, Gaza dan Yaman walaupun seringkali mengalami kesulitan pendanaan.

 
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019