Mantan menteri perminyakan Venezuela meninggal dalam tahanan

Mantan menteri perminyakan Venezuela meninggal dalam tahanan

Presiden Venezuela Nicolas Maduro membawa salinan konstitusi Venezuela saat berbicara dalam acara resmi di Istana Miraflores di Karakas, Venezuela, Senin (1/5/2017). (Miraflores Palace/Handout via )

Caracas (ANTARA News) - Mantan menteri perminyakan Venezuela, Nelson Martinez, meninggal saat berada di bawah tahanan negara, kata lima sumber yang mengetahui kejadian itu, Rabu.

Martinez ditahan pada 2017 sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi di perusahaan minyak milik negara, PDVSA.

Ia adalah seorang ahli kimia yang juga pernah memimpin PDVSA serta anak perusahaannya yang berada di Amerika Serikat, Citgo Petroleum.

Menurut dua sumber, Martinez sebelum meninggal dipindahkan dari penjara ke sebuah rumah sakit militer karena mengalami masalah pada ginjalnya.

Ia mengalami serangan jantung ketika sedang menjalani cuci darah, kata kedua sumber.

Martinez dipenjara setelah kejaksaan negara itu mengatakan bahwa Martinez membiarkan terjadinya kesepakatan buruk, soal pendanaan kembali bagi Citgo, tanpa mendapat persetujuan pemerintah.

Ia ditahan bersama Eulogio del Pino, mantan menteri perminyakan lainnya yang juga mantan kepala PDVSA. Del Pino saat ini masih meringkuk di penjara.

Kematian Martinez kemungkinan akan menyulut perdebatan soal kondisi para mantan politisi serta pejabat pemerintah yang sedang dipenjara, termasuk beberapa pejabat tinggi yang dituding Presiden Nicolas Maduro melakukan kesalahan.

Martinez meninggal dua bulan setelah munculnya skandal nasional soal kematian seorang anggota dewan kota, Fernando Alban.

Pemerintah mengatakan Alban meninggal karena bunuh diri, tapi para pemimpin oposisi bersikeras bahwa ia dibunuh di dalam penjara.

"Kematian Nelson Martinez adalah tanggung jawab Nicolas Maduro, yang... menahannya selama satu tahun walaupun tahu bahwa ia (Martinez) sedang sakit," kata Rafael Ramirez di Twitter.

Ramirez adalah menteri perminyakan yang sedang buron dan menjabat sebagai Kepala PDVSA di bawah pemerintahan mendiang Presiden Hugo Chavez. Ramirez diburu atas tuduhan melakukan korupsi.

Baca juga: Mantan raja minyak Venezuela diselidiki dalam kasus korupsi

Hingga ia meninggal, Martinez belum pernah hadir di persidangan menghadap hakim dan tanggal awal persidangannya beberapa kali ditunda.

Para pengacara Martinez beberapa bulan lalu mulai meminta pihak berwenang agar Martinez mendapatkan penahanan rumah karena klien mereka itu sakit, kata salah satu sumber.

Martinez mulai mengalami masalah kesehatan ketika ia memimpin Citgo, yang berpusat di Houston, Amerika Serikat.

Maduro menunjuknya sebagai menteri perminyakan pada Januari 2017 dan Martinez kemudian juga menduduki jabatan sebagai kepala PDVSA tahun itu, menggantikan del Pino.

Martinez mulai bergabung dengan PDVSA pada 1980. Ia mengawasi cabang-cabang perusahaan minyak tersebut yang berada di London, Argentina, dan Ekuador sebelum ditugaskan memimpin Citgo.

Baca juga: Dituduh korupsi, 11 pejabat perusahaan minyak Venezuela ditangkap

Sumber: Reuters
Editor: Tia Mutiasari/Eliswan Azly
Pewarta : Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018