Sekjen PBB prihatin kemungkinan pemotongan bantuan AS buat UNRWA

Sekjen PBB prihatin kemungkinan pemotongan bantuan AS buat UNRWA

Arsip - Seorang pelajar asal Palestina yang mengungsi mengintip dari balik pintu sekolah dukungan Badan Pemulihan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di kamp pengungsian Ain al-Hiweh di Lebanon selatan. AS kemungkinan memotong bantuannya bagi UNRWA.(FOTO ANTARA/REUTERS/ Ali Hashi)

PBB, New York (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (16/1) menyampaikan keprihatinan mengenai kemungkinan pemotongan sumbangan AS buat badan PBB urusan pengungsi Palestina.

"Di UNRWA, saya sangat prihatin. Dan saya sangat berharap bahwa pada akhirnya akan mungkin buat Amerika Serikat untuk mempertahankan pendanaan UNRWA, tempat AS memiliki bagian sangat penting," kata Guterres kepada wartawan, sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu pagi. Ia merujuk kepada Lembaga Pekerjaan dan Bantuan PBB buat Pengungsi Palestina.

UNRWA (UN Relief and Works Agency) bukan lembaga Palestina, UNRWA adalah satu lembaga PBB, kata Guterres.

Badan tersebut menyediakan layanan penting buat pengungsi Palestina, baik di wilayah pendudukan maupun di Jordania, Suriah dan Lebanon, katanya.

"Layanan itu sangat penting, bukan hanya buat kesejahteraan penduduk ini --dan ada keprihatinan kemanusiaan serius di sini-- tapi juga, dalam pendapat saya dan pendapat kebanyakan pengamat internasional, termasuk pendapat sebagian orang Israel, itu adalah faktor penting kestabilan," katanya.

Jika lembaga tersebut tidak berada pada posisi untuk menyediakan layanan penting dan bentuk dukungan darurat yang telah disediakannya, ini akan menciptakan masalah yang amat, sangat serius, kata Kepala PBB itu. "Dan kami akan melakukan apa saja yang dapat kami kerjakan untuk menghindari munculnya situasi tersebut."

Presiden AS Donald Trump dilaporkan berencana untuk menahan puluhan juta dolar AS buat UNRWA, yang dibentuk pada 1949 sebagai lembaga bantuan dan pembangunan manusia bagi pengungsi Palestina dan keturunan mereka, demikian Xinhua.

Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018