Kadin Kalbar berikan bantuan APD tangani COVID-19 di Pontianak

Kadin Kalbar berikan bantuan APD tangani COVID-19 di Pontianak

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kalimantan Barat memberikan sejumlah bantuan berupa alat kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer dan lainnya kepada Pemerintah Kota Pontianak untuk mendukung penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di kota itu. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kalimantan Barat memberikan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Kota Pontianak untuk mendukung penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di kota itu.

Bantuan tersebut berupa alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), cairan pembersih tangan dan lainnya

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Kamis, mengatakan bantuan dari Kadin Provinsi Kalbar ini selanjutnya akan disalurkan kepada rumah sakit di Kota Pontianak.

Baca juga: Satu pasien COVID-19 di Kalbar dinyatakan sembuh

Sedangkan alat penyemprot cairan disinfektan akan didistribusikan kepada yang membutuhkan, mulai dari kelurahan, kecamatan dan sebagainya.

"Bantuan tersebut kita prioritaskan untuk rumah sakit. Sementara untuk puskesmas dan petugas kesehatan, saat ini sudah disalurkan," ungkapnya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang peduli dan ikut terlibat dalam penanganan wabah COVID-19, termasuk komunitas dan ormas yang turut membantu membagikan masker.

Terkait kelangkaan masker, diakuinya, Pemkot Pontianak tidak bisa mengontrol harga masker di pasaran, karena merupakan barang khusus dan pembuatannya harus memenuhi standar kesehatan. Sementara saat ini kebutuhan masker di seluruh dunia juga melonjak.

Baca juga: Satu pasien dalam pengawasan COVID-19 di Kalbar dinyatakan negatif

"Sekarang seperti diketahui bahan baku untuk membuat masker juga mengalami kenaikan karena seluruh dunia membutuhkannya, tidak hanya di Pontianak," kata Edi.

Kendati demikian, ia berharap para pengusaha maupun BUMN yang ada bisa memberikan bantuan untuk mendukung penanganan COVID-19, termasuk bantuan masker, sehingga dapat meringankan beban masyarakat di saat seperti ini" ujarnya.

Edi juga mengingatkan masyarakat yang berinisiatif membuat cairan pembersih tangan secara mandiri, agar memperhatikan standar kesehatan yang ada.

"Karena kalau pembuatan hand sanitizer tidak sesuai standar kesehatan, dikhawatirkan justru berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat," katanya.

Baca juga: Dua pasien positif corona di Kalbar berangsur membaik

 
Pewarta : Andilala
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020