Prabowo temui Macron di Istana Elysee: Kesepakatan alutsista dan energi baru siap guncang kerja sama global
- 15 April 2026 11:05
Presiden Prabowo Subianto melakukan penghormatan kepada pasukan sebelum bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas kedua negara, antara lain pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/agr
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) berbincang saat bertemu di Istana Elysee, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas kedua negara, antara lain pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/agr
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) melambaikan tangan saat bertemu di Istana Elysee, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas kedua negara, antara lain pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/agr
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) melambaikan tangan saat bertemu di Istana Elysee, Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas kedua negara, antara lain pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif. ANTARA FOTO/HO/Bakom RI/agr