Bandung (ANTARA) - Garin Nugroho, sutradara film asal Indonesia, menggelar pameran bertajuk “Peladang Berpindah: 45 Tahun Berkarya Garin Nugroho” yang telah dibuka sejak (18/9), di Selasar Sunaryo Art Space, Ciburial. 

Pameran Peladang Berpindah beralih menjadi ruang visual kreatif yang terdapat dalam setiap karya film Garin. Ruangan tersebut bercerita bagaimana si peladang berpindah dan mencurahkan pengalamannya dalam audiovisual. 

Terdapat beberapa cuplikan film Garin Nugroho dalam pameran tersebut, seperti:

Film Tari

Ruang ini menampakkan dua film yang menceritakan keseharian seorang penari, melalui berbagai unsur kebudayaan serta lanskap latar alami yang membangun keterkaitan hubungan dengan manusia. Film yang ditayangkan adalah film “Sanggul” (2020) dan “Sarung” (2021).

Iklan Layanan Masyarakat

Tidak hanya menggarap film panjang atau pendek, Garin juga menerima garapan layanan masyarakat dari beberapa instansi baik swasta hingga pemerintah. Dalam menggarap iklan layanan masyarakat, ia tetap konsisten membawa unsur kesetaraan dan kebudayaan, melalui unsur visual, audio, serta narasi yang dibangun memenuhi segala keberagaman budaya Nusantara. 

Film Opera Jawa 

Film Opera Jawa merupakan film musikalisasi (2006) yang ditayangkan dalam pameran Peladang Berpindah, di ruang sayap. Pengunjung dibawa memasuki ke dalam ruang Opera Jawa tersebut dengan menyaksikan film musikalisasi itu dan pajangan dokumentasi visual sentimentil dalam film. 

Selain film-film di atas, Garin Nugroho juga menghadirkan program pemutaran film pilihan lainnya, dengan tiket masuk per-orang sebesar Rp55.000. Berikut film pilihan yang juga ditayangkan dalam pameran Peladang Berpindah dan catat tanggalnya:

* 30 September 2026: Puisi Tak Terkuburkan (1999)
* 23 Oktober 2026: Seri Dokumenter Ikon: Sebuah Peta Budaya (2000), Waterfront (2001), dan Teak Leaves At The Temples (2008)
* 27 November 2026: Bulan Tertusuk Ilalang (1995)
* 18 Desember 2026: Soegija (2012)
* 22 Januari 2027: Nyanyian Sunyi Dalam Rantang (2025)

Rangkaian karya hasil tangan Gurin Nugroho dalam pameran “Peladang Berpindah” menjadi saksi konsistennya merawat sinema sebagai sebuah ruang kekuasaan unsur keberagaman budaya serta merekam jejak sejarah Indonesia, secara apa yang ada.  
 



Pewarta: Niky Putri Rahmadhani
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026