Bandung (ANTARA) - SiDU memperkuat gerakan Ayo Menulis melalui pengembangan kegiatan literasi berbasis riset dan kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam mengolah informasi, menyusun pemikiran, dan menyampaikan gagasan.
Head of Marketing Domestic Stationery APP Group Arif Darmawan di Bandung, Jumat, mengatakan kemampuan menulis menjadi bagian penting dalam penguatan literasi karena mendorong siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mengolah informasi dan menyampaikan pemikiran secara terstruktur.
“Menulis bukan sekadar kegiatan di ruang kelas. Melalui menulis, anak belajar mengolah informasi, menyusun pemikiran, sekaligus menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur dan percaya diri,” ujarnya.
Penguatan gerakan tersebut dilakukan melalui CIA Festival 2026 yang berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di Jakarta dengan menghadirkan sejumlah kegiatan, termasuk lokakarya menulis opini, sosialisasi modul menulis opini bagi guru, serta donasi buku tulis.
Ia mengatakan penguatan budaya menulis membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, komunitas pendidikan hingga sektor swasta, sehingga program literasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui riset kolaboratif Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya, SiDU, dan majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) pada 2024 yang melibatkan 2.293 siswa kelas 4 dan 5 dari 106 sekolah dasar di Jakarta dan sekitarnya.
Hasil riset menunjukkan 81 persen peserta mengalami peningkatan kemampuan literasi setelah mengikuti aktivitas menulis menggunakan modul Ayo Menulis bersama SiDU, terutama dalam aspek pemahaman bacaan, struktur tulisan, dan kemampuan berpikir kritis.
Sejak dijalankan pada 2017, Gerakan Ayo Menulis hingga 2025 telah menjangkau lebih dari 1.600 sekolah serta melibatkan lebih dari 127.000 siswa, 3.300 guru, dan 12.200 orang tua melalui aktivitas literasi, pengembangan modul, pelatihan guru, riset pendidikan, serta kompetisi menulis.
Dalam CIA Festival 2026, SiDU juga melakukan simbolisasi donasi 20.000 buku tulis kepada perwakilan Badan Penghubung Pemerintah daerah tertinggal, setelah sebelumnya mendistribusikan 80.000 buku tulis bagi pelajar di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara.
Pendiri Majalah CIA Stefanie Augustin mengatakan dukungan terhadap pendidikan anak perlu terus dilakukan, termasuk dengan memastikan anak-anak terdampak bencana tetap memiliki sarana untuk membaca dan menulis agar keberlanjutan pendidikan mereka tetap terjaga.
Gerakan Ayo Menulis selanjutnya dilanjutkan melalui Lomba Menulis Opini SiDU 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung November 2026 hingga Januari 2027 sebagai ruang bagi pelajar mengembangkan kemampuan mengolah informasi, membangun argumentasi, dan menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.