Sumedang (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan teknologi untuk mengoreksi data perlindungan sosial (perlinsos) yang tidak sesuai kondisi lapangan, termasuk melalui registrasi ulang dan verifikasi biometrik penerima bantuan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Sumedang, Kamis, mengatakan digitalisasi diperlukan agar penentuan kelayakan penerima bantuan tidak hanya bergantung pada data administrasi, tetapi dapat diverifikasi dengan kondisi dan identitas masyarakat yang sebenarnya.

"Kita menghadirkan teknologi agar lebih objektif. Teknologi ini diharapkan bisa menciptakan keadilan dalam program-program perlindungan sosial yang ada," katanya.

Ia menyebut sistem perlindungan sosial yang saat ini dikembangkan pemerintah telah mencakup lebih dari lima juta keluarga dan akan terus diperluas hingga mencapai target 48 juta keluarga, sehingga akurasi data menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaannya.

Menurut dia, Kemensos melakukan registrasi ulang penerima bantuan sosial dengan dukungan biometrik dan face recognition untuk memastikan orang yang tercatat dalam sistem merupakan penerima manfaat yang sebenarnya.

"Semua kita registrasi ulang, penerima bansos itu untuk memastikan bahwa yang menerima itu memang sesuai dan berhak menerima. Karena di sini ada biometrik, ada face recognition," ujarnya.

Mensos mengungkapkan pemutakhiran data juga menemukan kasus NIK masyarakat yang dimanfaatkan pihak lain untuk membeli mobil, tanah, membuat perusahaan, bahkan tercatat sebagai direktur perusahaan, sehingga diperlukan verifikasi identitas yang lebih kuat.

Di sisi lain, masyarakat yang dinyatakan tidak layak menerima bantuan oleh sistem tetap dapat mengajukan koreksi apabila kondisi sebenarnya masih membutuhkan, dengan menyampaikan data terbaru untuk dimutakhirkan berdasarkan keadaan di lapangan.

"Teknologi inilah yang kita harapkan membantu agar penjangkauan perlindungan sosial bisa lebih luas dan lebih tepat sasaran," katanya.

Kemensos juga membuka sejumlah saluran pemutakhiran, mulai dari command center, WhatsApp Center, ground check, aplikasi Cek Bansos hingga Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), sehingga data perlinsos dapat terus diperiksa dan diperbaiki.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemensos gunakan teknologi guna koreksi data perlinsos tak akurat

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026