Bandung (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat selama periode September 2026 telah terjadi sebanyak 199 kejadian gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya.
"Dari 199 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,9 magnitudo dan yang terkecil 1,1 magnitudo,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Suaidi Ahadi di Bandung, Kamis.
Suaidi menyampaikan berdasarkan kedalaman, pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 181 kejadian, dan antara 60-300 kilometer 18 kejadian.
“Sepanjang periode bulan September 2026 terdapat 14 kali gempa bumi yang dirasakan,” kata dia.
Dia menyebut berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 64 gempa bumi yang berpusat di laut, sedangkan 134 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat.
“Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 64 gempa bumi yang berpusat di laut selatan Jawa, satu kejadian di wilayah laut utara Jawa, sedangkan 134 kejadian gempa lainnya berpusat di darat,” katanya.
BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
Jika terjadi gempa bumi, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Suaidi.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.