Garut (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III tahun 2026 terhadap 817 orang yang tercatat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pekerja migran.
"Beberapa sudah kita verifikasi dan hasilnya memang sedang bekerja di luar (luar negeri)," kata Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Garut, Yusuf Abdullah di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, KPU Kabupaten Garut mendapatkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kemendagri, salah satunya data pekerja imigran yang tercatat sebanyak 817 orang.
Data pekerja imigran itu, lanjut dia, tersebar di sejumlah kecamatan sebanyak 817 orang dengan rincian 438 laki-laki dan 379 perempuan yang bekerja di beberapa negara di Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
"Mereka saat ini domisilinya masih di Garut, jadi kita mendatanya sesuai domisilinya saja bukan lokasi kerjanya," katanya.
Ia menyampaikan, KPU Garut setiap per semester mendapatkan data pekerja imigran dari Kemendagri yang selanjutnya dilakukan verifikasi untuk pemutakhiran data pemilih pada pemilu.
Selain pekerja migran, kata dia, jajarannya juga melakukan pemutakhiran penduduk pada pemilih baru, meninggal dunia, pindah domisili, dan yang di atas usia 100 tahun.
"Kita fokuskan tetap di pemilih baru, pemilih meninggal, dan yang pindah domisili, kalau untuk pendataan pencocokan dan penelitian terbatas kita fokus di data ganda pekerja migran," katanya.
Ia menambahkan, sampai saat ini pemutakhiran data pemilih masih berubah-ubah, apalagi pekerja migran biasanya akan kembali ke daerah asalnya setelah kontrak kerja selesai.
"Masih dinamis, karena ganda itu akan selesai kalau yang bersangkutan selesai kontrak kerjanya, termasuk kalau ada yang kerja di luar negeri baru, masuk data baru juga," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.