Cianjur (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menetapkan jumlah data pemilih berkelanjutan triwulan III tahun 2026 sebanyak 1.966.527 orang tersebar di 32 kecamatan dan 360 desa dan kelurahan di Cianjur.
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Cianjur Rustiman di Cianjur, Rabu, mengatakan dari jutaan pemilih berkelanjutan sebanyak 996.136 orang merupakan pemilih laki-laki dan 970.391 orang perempuan.
Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini merupakan amanat dari PKPU 1 tahun 2025 yang dirubah dengan PKPU 1 Tahun 2026 bahwa KPU kabupaten/kota memiliki kewajiban untuk memutakhirkan data pemilih dan kemudian per tiga bulan sekali dilakukan rapat pleno terbuka pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
"Sepanjang tahun 2026 kami sudah melakukan empat kali rekapitulasi, dimana perbandingan antara triwulan II dan III terdapat penambahan sekitar 12.900 orang pemilih," katanya.
Dia menjelaskan data tersebut merupakan data pemilih berkelanjutan, sehingga ke depan diharapkan dapat menjadi sumber data untuk perbaikan data pemilih di kemudian hari.
Secara berjenjang data tersebut diserahkan ke provinsi yang nantinya akan dilakukan rekap per semester pada bulan Desember 2026 untuk tingkat provinsi serta RI.
Rapat Pleno Penetapan Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan III Tahun 2026 digelar di Gedung KPU Cianjur dihadiri seluruh komisioner KPU Cianjur, Bawaslu Cianjur, TNI/Polri, Disdukcapil Cianjur, Kesbangpol Cianjur, dan DPMD Cianjur.
"Kami berharap saat pemilu nanti patokan Daftar Pemilih Tetap dapat mengacu pada hasil data pemilih berkelanjutan yang akan terus dilakukan setiap tiga bulan dan empat kali dalam setahun," katanya.
Sedangkan dalam waktu dekat, tambah dia, pihaknya juga akan menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih pemula setiap hari Rabu selama bulan Oktober 2026 di berbagai tingkatan sekolah terutama SMA/SMK sederajat.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.