Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, menyebut pembiayaan dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) tumbuh 18,56 persen (year on year/yoy) menjadi Rp19,01 miliar hingga semester I 2026.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Cirebon, Selasa, mengatakan pertumbuhan pembiayaan tersebut menjadi salah satu indikator kinerja LKMS yang masih menunjukkan perkembangan positif.
"Pembiayaan yang disalurkan LKMS sampai semester pertama tahun ini, mencapai Rp19,01 miliar dan secara tahunan tumbuh 18,56 persen," katanya.
Selain pembiayaan, OJK Cirebon mencatat aset LKMS pun mengalami pertumbuhan 2,48 persen secara tahunan menjadi Rp37,44 miliar selama periode tersebut.
“Adapun penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) LKMS pada periode tersebut tercatat sebesar Rp13,39 miliar,” katanya.
Agus mengatakan pertumbuhan pembiayaan tersebut mencerminkan masih berlangsungnya aktivitas penyaluran dana, melalui LKMS kepada masyarakat di wilayah kerja OJK Cirebon.
"Pertumbuhan pembiayaan menjadi salah satu indikator yang kami lihat dalam memantau perkembangan LKMS di wilayah Ciayumajakuning," ujarnya.
Ia menuturkan kinerja LKMS tersebut tercatat berbeda dengan LKM konvensional, yang mengalami penurunan pada sejumlah indikator.
Pihaknya mencatat aset LKM di Ciayumajakuning turun 7,92 persen secara tahunan, menjadi Rp18,32 miliar pada semester pertama tahun ini.
Penghimpunan DPK LKM, kata dia, turun 24,65 persen menjadi Rp10,32 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sementara total pinjaman yang disalurkan LKM di wilayah kerja OJK Cirebon turun 19,12 persen secara tahunan menjadi Rp14,87 miliar,” katanya.
Agus mengatakan perbedaan perkembangan tersebut menjadi bagian dari pemantauan OJK, terhadap kinerja industri keuangan non-bank di wilayah Ciayumajakuning.
"Setiap lembaga memiliki perkembangan yang berbeda, sehingga indikator aset, penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan menjadi bagian dari pemantauan kami," ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.