Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram terhadap aksi pencurian kotak lampu lalu lintas yang menyebabkan sejumlah fasilitas pengatur lalu lintas di beberapa persimpangan Kota Bandung tidak berfungsi.

Farhan mengatakan gangguan tersebut sempat menyebabkan kemacetan di sejumlah titik, di antaranya kawasan Tegallega, Patung Ikan, hingga Jalan BKR, setelah lampu lalu lintas tidak dapat beroperasi.

“Sama kepolisian sudah koordinasi dan polisi pasti cepat lah geraknya,” katanya Farhan di Bandung, Selasa.

Menurut dia, matinya lampu lalu lintas tersebut terjadi akibat pencurian pada kotak pengatur fasilitas.

Farhan mengatakan pencurian fasilitas umum seperti kabel dan lampu bukan kali pertama terjadi di Kota Bandung. Ia bahkan mengaku pernah menangkap secara langsung pelaku pencurian lampu di jembatan layang Kopo.

Dia mengaku prihatin karena sebagian pelaku pencurian fasilitas umum tersebut sudah berusia lanjut. Menurutnya, kondisi itu menimbulkan rasa iba ketika pelaku harus menjalani proses hukum.

“Kalau lihat pelakunya ini kasihan, badannya bergetar, tegang saat ditangkap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat Asep Mulyana membenarkan adanya sejumlah ruas jalan yang mengalami gangguan lampu lalu lintas akibat pencurian kotak fasilitas tersebut.

“Memang ada aksi pencurian, makanya untuk pengendara tetap waspada saat melintas di beberapa jalan,” kata Asep.

Asep meminta Dinas Perhubungan Kota Bandung bersiaga di sejumlah titik yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi untuk mengantisipasi kecelakaan. 

Ia juga mendukung langkah Pemkot Bandung dan Polrestabes Bandung memburu pelaku pencurian fasilitas publik agar segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026