Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar mencanangkan program Endog Jabar Go Global (EGG) guna mendorong 4.665 peternak ayam petelur naik kelas lewat penetrasi pasar ekspor dan pembukaan akses kredit perbankan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan potensi kredit sektor peternakan di Jabar sangat besar yakni mencapai Rp565 miliar. Namun, realisasi plafon pembiayaan perbankan saat ini baru menyerap Rp81 miliar dengan outstanding sekitar Rp49 miliar, sehingga ruang pembiayaan murah bagi peternak masih terbuka lebar.
"Ayam, baik pedaging maupun petelur, sangat potensial. Tidak semuanya harus dikonsumsi, sebagian bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan. Jadi kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga," kata Herman dalam keterangan di Bandung, Senin.
Kepala OJK Jawa Barat Darwisman membeberkan, program EGG mencakup 4.665 peternak yang tersebar di 21 sentra peternakan di 18 kabupaten dan 9 kota se-Jawa Barat. Berdasarkan kalkulasi OJK, tata kelola peternakan yang terjangkau akses keuangan mampu menghasilkan imbal hasil ekonomi yang terukur bagi warga.
"Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata. Yang kedua akan mendorong peningkatan pendapatan peternak. Dalam hitungan kami, 2.000 ternak ayam itu akan memperoleh income per bulannya Rp34,88 juta per bulan," kata Darwisman.
Seiring penguatan kapasitas finansial dan produksi lokal, penetrasi pasar ekspor pun diperkuat dengan diawali pelepasan ekspor perdana sebanyak 7.000 ekor Day Old Chick (DOC) serta 6,3 ton produk olahan ke Timor Leste senilai 22 ribu dolar AS (sekitar Rp350 juta).
Ke depan, komoditas peternakan asal Jawa Barat tersebut ditargetkan menembus pasar internasional lainnya, seperti Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, eksportir, serta akademisi.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.