Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, mempercepat progres dari pengerjaan 367 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang dialokasikan pada  2026.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail di Bandung Barat, Rabu, mengatakan sebanyak 367 unit RTLH tersebut terbagi menjadi 118 unit di kawasan kumuh dan 249 unit di luar kawasan kumuh.

“Pada 2026 ini kami mengerjakan 367 unit RTLH, terdiri atas 118 unit di kawasan kumuh dan 249 unit di luar kawasan kumuh. Kami turun ke lapangan untuk melihat pengerjaannya,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah meninjau pengerjaan RTLH kawasan kumuh di Kampung Warung Domba RT 01/RW 03, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cikalongwetan.

Peninjauan mencakup rumah penerima manfaat, di antaranya kediaman Ajang Saepudin dan Endang Sutardi yang termasuk dalam program RTLH kawasan kumuh.

Ia mengatakan, pengerjaan program tersebut dilakukan untuk memperbaiki kondisi rumah masyarakat sehingga memenuhi standar hunian yang layak, aman, sehat, dan memiliki sanitasi memadai.

“Kami ingin melihat langsung pengerjaan di lapangan dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh warga yang menjadi penerima manfaat,” ujarnya.

Menurut Asep, keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar turut mendukung pengerjaan RTLH melalui kegiatan gotong royong di lingkungan penerima manfaat.

Pemkab Bandung Barat akan melakukan evaluasi terhadap pengerjaan 367 unit RTLH tersebut hingga seluruh alokasi program 2026 dapat diselesaikan.

“Pengerjaan 367 unit ini terus kami kawal dan evaluasi agar dapat terselesaikan tepat waktu, transparan, dan akuntabel,” kata Asep.

Perbaikan RTLH 2026 tersebut menjadi salah satu alokasi pembangunan rumah bagi masyarakat yang tersebar di kawasan kumuh dan non-kumuh di Kabupaten Bandung Barat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026