Bandung (ANTARA) - RS Murni Teguh Bandung menghadirkan pakar kesehatan dari National Taiwan University Hospital untuk memperkenalkan terobosan medis mutakhir, dari teknik retrograde approach untuk penyumbatan jantung kronis, hingga robotic surgery dan radio frequency ablation untuk penanganan kebidanan.

Direktur Utama RS Murni Teguh, dr Mutiara, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencakup bidang pelayanan hingga pendidikan tenaga kesehatan, menyusul rekam jejak NTUH sebagai salah satu rumah sakit terbaik tingkat global dan Taiwan sebagai salah satu pusat teknologi medis di Asia.

"Kami memilih National Taiwan University Hospital karena mereka termasuk dalam rumah sakit terbaik di tingkat global. Selain itu, Taiwan juga dikenal sebagai salah satu global hub untuk teknologi medis dan layanan kesehatan mutakhir di Asia," kata Mutiara dalam Seminar Medis bertajuk 'The Future of Patient Care: Mastering Complex Cardiac Occlusions and Next Generation Gynecological Surgeries' di Bandung, Selasa.

Dalam kesempatan yang sama, pakar kesehatan NTUH Prof Wi Chih Cheng mengungkapkan kerja sama ini dilandasi atas dasar kemanusiaan serta hubungan baik mereka dengan masyarakat Indonesia.

"Kami juga mencintai Indonesia, khususnya masyarakat Bandung. Kami senang berbagi tentang ilmu kesehatan dengan para dokter di Bandung, guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Bandung," ujar Cheng.

Dalam pemaparannya, seminar tersebut menyoroti kemajuan signifikan pada dua bidang utama, yaitu kardiologi (jantung) dan obstetri & ginekologi (obgyn).

Pada bidang kardiologi, penerapan teknik retrograde approach membuka peluang keberhasilan rekonstruksi pembuluh darah pada kasus Chronic Total Occlusion (penyumbatan total kronis) yang sebelumnya dinilai mustahil melalui jalur konvensional.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penanganan fenomena klinis ekstrem seperti tiga serangan STEMI (ST-elevation Myocardial Infarction/serangan jantung koroner akut) sekaligus dalam satu kasus yang membutuhkan visualisasi tepat serta clinical judgment cepat.

Di bidang ginekologi, paradigma pembedahan kini bergeser dengan penggunaan teknologi robotic surgery yang menawarkan presisi, ergonomis, dan visualisasi 3D melampaui bedah laparoskopi konvensional.

Sementara inovasi radio frequency ablation dihadirkan sebagai terapi minimal invasif untuk mengecilkan tumor mioma uteri tanpa perlu prosedur pengangkatan rahim atau sayatan besar, sehingga fungsi reproduksi pasien tetap terjaga.

Direktur RS Murni Teguh Naripan Bandung, dr Ruly Sjambali, menuturkan bahwa forum ini bertujuan memfasilitasi wadah diskusi ilmiah bagi para praktisi medis guna memperluas cakrawala implementasi teknologi medis global.

"Sinergi dan paparan kasus dari para ahli dari Taiwan dapat meningkatkan paparan klinis, memperluas cakrawala implementasi teknologi medis, serta memperkuat posisi RS Murni Teguh Naripan Bandung sebagai pusat layanan kesehatan yang adaptif terhadap inovasi global," tuturnya.

Kolaborasi ini, diharapkan mendukung peningkatan kualitas penanganan medis jantung yang saat ini telah dimiliki pihak rumah sakit seperti seperti rekam jantung EKG, fasilitas Cath Lab (kateterisasi jantung) untuk tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), hingga teknologi pencitraan 128-slice CT Scan, dan IGD Jantung 24 jam dengan alur klinis khusus untuk mengoptimalkan respon waktu.

Selain dari peralatan, Presiden Komisaris RS Murni Teguh Tjhin Ten Chun mengungkapkan kapasitas SDM juga terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemenuhan fasilitas dan pengembangan sumber daya manusia.

"Kami mengirimkan dokter untuk belajar ke sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Asia. Kami juga terus berusaha melengkapi peralatan penunjang yang paling modern," tutur Tjhin Ten Chun.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026