Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat lima titik Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di tiga kecamatan nyaris dalam waktu bersamaan sehingga puluhan petugas gabungan dengan lima unit mobil pemadam diturunkan, Selasa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Selasa, mengatakan petugas gabungan terdiri dari Damkar Cianjur, TNI/Polri, relawan dan warga sekitar berjibaku memadamkan api yang membakar sekitar 1,5 hektar lahan kering.

Tercatat lima titik lahan yang terbakar terletak di Kecamatan Cilaku sebanyak tiga titik, tepatnya di Kampung Bayubud, Kebon Jeruk, dan Cibibong Hilir, satu titik di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, dan satu titik di Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu.

"Petugas gabungan yang diturunkan lebih dari 30 orang ditunjang lima unit mobil pemadam kebakaran, dibagi ke sejumlah titik guna memadamkan api agar tidak sampai menjalar ke perkampungan warga," katanya.

Selang tiga jam melakukan penanganan kebakaran lahan yang terjadi nyaris bersamaan itu, petugas gabungan berhasil memadamkan api yang penyebab pastinya masih dalam penyelidikan namun dugaan sementara akibat kelalaian manusia.

Sebagian besar lahan yang terbakar terdapat rumput dan tanaman liar yang sudah mengering, sehingga petugas cukup kewalahan memadamkan api, ditambah angin yang bertiup saat petang cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar.

"Rata-rata satu titik membutuhkan waktu hingga tiga jam, petugas berhasil memadamkan api sehingga tidak menjalar sampai ke perkampungan warga," katanya.

Seiring musim kemarau yang masih terjadi, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan pengawasan, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan dalam mencegah terjadinya kebakaran dengan cara tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.

Pasalnya, dari puluhan kejadian kebakaran lahan dan hutan sepanjang musim kemarau akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan sehingga bara-nya terbawa ke lahan yang sebagian besar sudah mengering dan mudah terbakar.

"Dari 47 kejadian kebakaran lahan dan hutan di Cianjur disebabkan kelalaian, di mana masyarakat membersihkan lingkungan dan membuka lahan dengan cara dibakar sehingga apinya dengan cepat menjalar ke lahan lainnya yang sebagian besar tanaman di dalamnya sudah mengering," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026