Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, memastikan akan menutup lahan yang diduga menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang terbakar di kawasan Puncak Ciumbuleuit (Punclut).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penutupan dilakukan karena terdapat dugaan pelanggaran lingkungan di lahan tersebut yang ditemukan menampung puing-puing bangunan bercampur dengan sampah rumah tangga.

“Kami curiga ada transit sampah ilegal dari luar wilayah sini. Kelihatannya ini sampahnya bukan puing, sudah bercampur dengan sampah biasa,” kata Farhan di Bandung, Selasa.

Farhan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas di lahan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Kami akan melaporkannya kepada Gakkum KLH untuk melakukan penyelidikan awal apabila memang terjadi tindak pidana lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia mengatakan pemilik lahan juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui aktivitas yang berlangsung di lokasi, sekaligus mengungkap dugaan pelanggaran hukum dan pihak yang harus bertanggung jawab.

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, lahan tersebut merupakan milik perseorangan dan diduga digunakan untuk menampung puing-puing bangunan serta sampah rumah tangga

“Nah, ini semalam terjadi kebakaran, diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas. Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap gangguan ke mana-mana,” kata Farhan.

Menurut Farhan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan timbunan sampah yang menghasilkan gas metana dan kemudian tersulut percikan api.

“Belum tahu penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena tumpukan sampah di bawah sudah sangat banyak. Jadi ada timbunan metan, ada percikan api sedikit,” ujarnya.

Ia menambahkan api yang muncul tidak terlalu besar, tetapi dapat terus membakar material di dalam timbunan sehingga menghasilkan asap dalam waktu cukup lama.

“Kita juga tidak tahu apakah di bawah ada orang atau enggak. Apinya memang enggak besar banget, tapi membakar terus dan asapnya bisa lama-lama makin besar,” kata Farhan.

Sebelumnya, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung masih melakukan pemadaman dengan mengerahkan lebih dari delapan unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran di TPS tersebut sejak Senin (14/9) malam.

Baca juga: Kebakaran TPS Punclut Bandung: Damkar Kerahkan 8 Mobil Pemadam ke Lokasi
Baca juga: Kebakaran lahan di Punclut Bandung, Diskarmatan waspadai ledakan Gas Metana



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026