Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, mengembangkan penanaman kelapa genjah di lahan seluas 550 hektare untuk memperluas komoditas perkebunan rakyat di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Minggu, mengatakan pengembangan itu dilakukan bertahap sejak 2025 melalui dukungan Kementerian Pertanian.

“Kelapa genjah ini bukan sekadar program penanaman. Kami sedang menyiapkan sumber pendapatan baru bagi petani,” kata Wahyu.

Dia menyebutkan pada 2025, pengembangan itu mencakup 35 hektare dengan bantuan 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Program tersebut, kata dia, berlanjut pada 2026 melalui pengembangan seluas 200 hektare dengan alokasi 22.000 tanaman kelapa genjah dan 66.000 kilogram pupuk organik.

“Untuk tahun 2026, setiap hektare dialokasikan sekitar 110 tanaman kelapa genjah dan 330 kilogram pupuk organik,” ujar Wahyu.

Melalui penambahan tersebut, sambung dia, total pengembangan penanaman mencapai 550 hektare dengan sekitar 60.500 tanaman kelapa genjah yang menjadi bagian dari pengembangan perkebunan rakyat.

Dia mengungkapkan kelapa genjah dipilih karena dapat berproduksi sekitar tiga hingga empat tahun setelah tanam dan memiliki postur yang lebih pendek dibandingkan kelapa dalam.

“Potensi kelapa genjah di Kuningan cukup besar. Kita ingin komoditas ini tidak hanya berkembang dari sisi luas tanam, tetapi juga menjadi sumber ekonomi,” ungkap Wahyu.

Dia menuturkan pengembangan kelapa genjah tersebut sekaligus memperluas basis komoditas kelapa di Kuningan, yang pada 2025 memiliki areal sekitar 4.007 hektare dengan produksi mencapai 3.588,41 ton.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan pengembangan tanaman kelapa genjah menjadi salah satu pilihan untuk menyediakan sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Untuk itu, dia meminta agar pengembangan tanaman tersebut dikawal sejak penanaman hingga memasuki masa produksi, sehingga bantuan bibit dan pupuk dapat berkembang menjadi aset produktif bagi petani.

“Program ini harus dikawal dari penanaman sampai menghasilkan. Kami ingin petani memiliki lebih banyak pilihan sumber pendapatan. Kelapa genjah adalah salah satu investasi jangka panjang,” pungkas Dian. 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026