Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan relokasi terhadap dua rumah warga yang terdampak longsor di Kecamatan Kutawaringin karena berada di sekitar sempadan sungai atau irigasi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Kamis, mengatakan relokasi dilakukan untuk mengantisipasi risiko bencana susulan terhadap warga yang tinggal di lokasi tersebut.

"Untuk lima penghuni kita berikan bantuan untuk ngontrak dulu selama tiga bulan. Jangan sampai ada kejadian susulan. Untuk dua rumah yang berada dekat sempadan sungai atau irigasi, saya minta pindah lokasi," ujarnya.

Dia mengatakan selain dua rumah tersebut, terdapat delapan rumah lainnya yang membutuhkan penanganan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

"Yang tadi saya lihat ada 10 unit rumah yang memang harus kita perbaiki. Dua unit dikelola Baznas Kabupaten Bandung dan delapan unit oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Insyaallah dalam waktu dekat kita koordinasikan secara teknis," katanya.

Pemkab Bandung memberikan bantuan biaya kontrakan selama tiga bulan kepada lima keluarga yang rumahnya terdampak untuk memastikan warga tidak kembali menempati rumah yang berpotensi terdampak bencana susulan.

Penanganan sementara juga dilakukan terhadap saluran irigasi yang jebol dengan melibatkan masyarakat dan petani melalui pendekatan pentahelix.

Dadang mengatakan hampir 300 petani telah melakukan gotong royong untuk menangani sementara saluran irigasi yang jebol akibat longsor tersebut.

"Ini dilakukan secara pentahelix. Karena kondisi anggaran kita masing-masing punya aturan dan kewenangan. Tetapi alhamdulillah, saya melihat kekompakan para petani. Hampir 300 orang sudah melakukan gotong royong untuk penanganan sementara," ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bandung akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk penanganan jangka panjang Daerah Irigasi (DI) Luwikuya.

Baca juga: Longsor di Kutawaringin Bandung, Tiga rumah rusak akibat tanggul irigasi jebol



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026