Garut (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Jawa Barat menargetkan 1.500 orang dapat mengikuti program pelatihan kerja pada 2026 agar bisa membuka usaha mandiri maupun terserap di dunia industri.

"Disesuaikan anggaran (target) sekitar 1.500 orang," kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut Nia Gania Karyana di Garut, Rabu.

Disnakertrans Garut bekerja sama dengan provinsi maupun pusat untuk berupaya membuka peluang kerja bagi masyarakat dengan memberikan pelatihan berbagai sektor sesuai kebutuhan industri.

Selama 2026 ini, kata dia, pelatihan kerja sudah menyasar sekitar 1.000 orang, dan masih ada sisa target 500 orang untuk mengikuti pelatihan kerja.

"Sekarang sudah ada kurang lebih 1.000 orang," katanya.

Ia menyebutkan pelatihan kerja yang baru dilaksanakan diikuti 412 orang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat pada awal Agustus 2026.

Pelatihan yang diberikan untuk peserta, kata dia, seperti belajar pemasaran digital, pengolahan hasil perikanan, vokasi agroforestri, termasuk barista yang memiliki prospek pasar luas untuk perhotelan, restoran, dan sektor jasa lainnya.

Ia menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan kerja selanjutnya bisa disalurkan untuk memenuhi kebutuhan industri maupun mandiri dengan membuka usaha sendiri sesuai keahliannya dari hasil pelatihan.

"Mereka meningkatkan 'skill' tenaga kerja, bisa bersaing di dunia kerja, pendapatan meningkat," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026