Kabupaten Bandung (ANTARA) - Anggota DPR RI Dadang Naseer mendorong penerapan pemupukan berimbang menggunakan pupuk konvensional dan pupuk hayati cair untuk meningkatkan produktivitas padi guna mendukung swasembada pangan nasional.

Dadang mengatakan pengembangan budidaya dengan pola pemupukan berimbang tersebut juga sejalan dengan program pertanian organik di Jawa Barat yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Pupuk hayati cair Pureplant ini terbukti mampu meningkatkan produksi. Dengan pertanian organik petani tidak hanya menyehatkan tanah dan meningkatkan produksi, tapi juga mendapatkan harga lebih mahal dari padi biasanya,” ujar Dadang dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.

Menurutnya, pola pemupukan berimbang dengan mengombinasikan pupuk konvensional dan pupuk hayati cair perlu dikembangkan lebih luas, termasuk di tingkat nasional.

Dadang mengatakan Kecamatan Ciparay merupakan salah satu kawasan lumbung padi di Kabupaten Bandung yang telah memiliki keunggulan dalam produktivitas pertanian sejak lama.

Ia menyebut produktivitas padi di kawasan tersebut rata-rata mencapai tujuh ton per hektare. Selain itu, lahan pertanian yang didukung sistem irigasi menghasilkan padi dengan kualitas baik sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Dengan organik petani mendapatkan harga lebih mahal lagi akan meningkatkan pendapatannya,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki 4 Haji Anang mengatakan penerapan pemupukan berimbang telah dilakukan pada lahan seluas lima hektare di Ciparay dengan mengurangi penggunaan pupuk konvensional atau pupuk kimia hingga 50 persen dan menambahkan pupuk hayati cair Pureplant sebanyak enam liter per hektare.

“Sekarang tanah sawah kami menjadi gembur, padi tumbuh subur, dan panen lebih cepat dibandingkan sawah lainnya,” ujar Haji Anang.

Sementara itu, Direktur Utama IMP 168 Atik Chandra mengatakan pihaknya berkomitmen membantu petani mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan. 

Atik mengatakan penerapan pupuk hayati yang dikembangkan pihaknya di sejumlah daerah di Indonesia telah menunjukkan hasil berupa peningkatan produktivitas sekaligus perbaikan kondisi lahan.

“Petani yang sudah mengaplikasikan sekitar tiga tahun berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 11,5 ton,” ujarnya.

Selain di Indonesia, Atik mengatakan produk pupuk hayati IMP 168 juga telah digunakan di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Filipina, dan Arab Saudi.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026