Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata bantuan pinjaman pompa air operasional guna membantu kelompok tani yang kesulitan akses air bersih untuk pembilasan lahan kritis akibat abu vulkanik.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur Dandan Hendrayana di Cianjur, Senin, mengatakan berdasarkan laporan petugas di lapangan paparan abu vulkanik terpantau menyelimuti area persawahan dan sentra hortikultura di sejumlah kecamatan, sehingga pihaknya menyiapkan sekitar 15 unit pompa air.

Sehingga pihaknya meminta petani dan kelompok tani di Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi cepat terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau seperti di Kecamatan Cipanas, Pacet, Cugenang, Sukaresmi, Cianjur, dan Ciranjang. 

"Kami telah menginstruksikan kepada jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian kecamatan untuk melakukan langkah darurat seperti penyebarluasan informasi kedaruratan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)," katanya. 

PPL diminta mensosialisasikan panduan mitigasi fisik kepada petani terkait dengan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, kepada petani dan Poktan di wilayah kerja masing-masing. 

Segera melakukan gerakan bilas atau semprot daun dengan air bersih, pengurasan air sawah asam, dan larangan penggunaan pupuk Nitrogen atau Urea instan setelah Cianjur dilanda hujan abu vulkanik. 

Termasuk melakukan verifikasi dan validasi luas lahan yang terdampak, tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, berat, dan puso, umur tanaman, serta status kepesertaan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) menggunakan format lampiran yang disediakan.

"Petugas diminta untuk melakukan laporan berkala terkait perkembangan situasi lahan terdampak di tingkat kecamatan yang sifatnya wajib dikirimkan secara tertulis," katanya.  
 
Seiring abu vulkanik yang turun dan mengendap terutama di lahan pertanian, pihaknya meminta seluruh petani binaan wajib menggunakan masker dan kacamata pelindung saat melakukan aktivitas di ladang termasuk saat melakukan pemulihan.

"Kami minta petani menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama melakukan aktivitas di ladang, menggunakan masker dan kacamata pelindung agar terhindar dari berbagai macam penyakit terutama pernafasan," katanya. 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026