Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuat film pendek berjudul “Ada Apa di Cingised” mengenai kesiapsiagaan bencana bersama warga Rumah Susun Sewa Sederhana (rusunawa), Cingised. 
 
"Makin banyak warga Bandung yang punya kapasitas menyelamatkan diri, itu makin baik. Karena 95 persen orang selamat dari bencana, itu adalah kapasitas masyarakatnya," ujar Didi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung dalam siaran persnya, Senin. 

BPBD menjadikan Rusunawa Cingised sebagai lokasi karena memiliki visi yang sama dengan pengelola rusun. Secara regulasi, pengelola rusun memiliki kewajiban untuk membekali warganya dengan pengetahuan keselamatan bencana, sementara BPBD membutuhkan mitra warga yang siap untuk terlibat dalam simulasi.

Menurut Didi, terdapat dua faktor utama yang menentukan keselamatan warga saat bencana terjadi, yakni kerentanan kualitas struktur bangunan atau lingkungan dan kapasitas diri masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. 

Salah satu mahasiswa yang berperan mendampingi simulasi kesiapsiagaan bencana, berpendapat bahwa sosialisasi dan kegiatan simulasi tersebut sangat penting, terlebih belakangan ini tengah terjadi beberapa bencana. 

"Menambah ilmu dan juga wawasan untuk warga-warga Bandung khususnya," ujar Sabila Putri, mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung.  
 



Pewarta: Niky Putri Rahmadhani
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026