Kota Bandung (ANTARA) - Hasil peninjauan langsung di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung menunjukkan bahwa stabilitas harga beras di Jawa Barat tetap terjaga tanpa adanya lonjakan berarti, sebagaimana ditegaskan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Langkah pengawasan tersebut dijalankan secara sinergis oleh Bapanas bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat serta Perum Bulog guna menjamin para pedagang mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pasaran
Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra di Bandung, Jumat, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga beras yang beredar di tingkat pedagang tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Disebutkan, dari dua pasar yakni, Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900.
Ia mengatakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram. “Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Selain harga, kata dia, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras juga melakukan pemantauan ketersediaan beras dengan menanyakan langsung kepada pedagang. Hasilnya, stok beras di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya lagi.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Yuliani Alzam mengatakan Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun untuk menjaga ketersediaan beras di tengah musim kemarau.
“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.
Ia mengatakan penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November seiring dengan adanya potensi panen di sejumlah daerah di Jabar.
“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya pula.
Yuliani memastikan stok beras yang tersedia di Jabar mencukupi hingga 2027 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan maupun harga beras.
“Dengan 640 ribu ton lstok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bapanas pastikan tidak ada gejolak harga beras di Kota Bandung
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.