Bandung (ANTARA) - Earphone sudah jadi teman sehari-hari, mulai dari dengerin lagu, nonton, sampai nemenin perjalanan. Karena praktis, kadang kita bisa lupa waktu dan terus memakainya berjam-jam. Padahal, penggunaan earphone dengan volume terlalu tinggi dan dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan pendengaran.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), paparan suara keras secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Risiko tersebut tidak hanya bergantung pada seberapa keras suara yang didengar, tetapi juga berapa lama telinga terpapar suara tersebut.
Supaya tetap bisa menikmati musik tanpa mengabaikan kesehatan telinga, beberapa kebiasaan berikut bisa diterapkan:
- Atur volume secukupnya. Hindari mendengarkan musik dengan volume maksimal.
- Beri jeda untuk telinga. Jangan menggunakan earphone terus-menerus tanpa istirahat.
- Hindari suara terlalu keras. Jika orang di sebelahmu masih bisa mendengar suara dari earphone, kemungkinan volumenya sudah terlalu tinggi.
- Jangan tidur menggunakan earphone. Penggunaan dalam waktu lama tanpa disadari dapat membuat telinga terus terpapar suara.
- Jaga kebersihan earphone. Bersihkan secara rutin agar kotoran dan bakteri tidak menumpuk.
Perhatikan tanda dari telinga. Jika telinga berdenging, terasa nyeri, atau pendengaran terasa berkurang setelah menggunakan earphone, sebaiknya kurangi penggunaannya dan periksakan jika keluhan menetap.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan agar masyarakat menerapkan kebiasaan mendengarkan yang aman, termasuk mengurangi volume dan memberikan waktu istirahat bagi telinga. Semakin tinggi volume suara, semakin singkat waktu yang aman untuk terpapar.
Jadi, bukan berarti earphone harus tidak digunakan sepenuhnya. Kamu tetap bisa menikmati playlist favorit, podcast, atau film menggunakan earphone, asalkan volumenya nggak berlebihan dan telinga tetap diberi waktu untuk beristirahat. Dengerin musik boleh, tapi jangan sampai telinga yang jadi korban.
Pewarta: Isti Rahmawati DarmawanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.