Jatinangor (ANTARA) - Keseruan dan antusiasme tinggi mewarnai lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad) ketika para mahasiswa berkesempatan mengeksplorasi teknologi kecerdasan buatan (AI) lewat program Gemini Academy Campus Tour.
Kegiatan interaktif ini hadir sebagai panduan literasi digital nyata yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak mahasiswa mempraktikkan langsung berbagai fitur unggulan Google Gemini untuk mempermudah riset, mengelola tugas kuliah, hingga menyusun pola belajar yang lebih terstruktur.
EO Freelance Gemini, Valent di Jatinangor, Senin, menyatakan, tujuan mengadakan Campus Tour khususnya di Universitas Padjadjaran yaitu untuk meningkatkan Brand Awareness mahasiswa, agar banyak mahasiswa yang melek terhadap AI karena jika mengerjakan tugas menggunakan AI akan lebih mudah dan lebih praktis.
"Karena itu membantu banget ya, karena aku juga masih mahasiswa kan. Jadinya kalau misalkan kita mengerjakan tugas menggunakan AI lebih mudah dan lebih praktis, tapi bukan kayak semuanya copy paste," ujar Valen.
Ia menambahkan, Campus Tour ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi akademik agar wawasan dan riset mahasiswa semakin luas dan mendalam.
Dibandingkan dengan produk AI lain, Valen menyebut Gemini memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya kolaborasi dengan Canva yang memungkinkan pengguna langsung mengubah materi menjadi slide presentasi, serta fitur Omni yang dapat mengonversi foto menjadi video, serupa dengan konten berbasis AI yang belakangan populer di media sosial.
Untuk mengenal lebih dekat fitur-fitur Gemini Academy, mahasiswa Unpad diajak menuntaskan berbagai misi di booth yang tersedia. Berbagai misi tersebut tersebar di beberapa zona, yaitu Zona Tanya-Tanya, Zona Anti Numpuk Tugas, Zona Ngecas Energi, Zona Bebas Ngide, hingga mengabadikan momen di area Photo with Giant Spark.
Dina, mahasiswa Fakultas Vokasi Program Studi Bahasa dan Budaya Tiongkok angkatan 2026, mengaku antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
"Seru, apalagi ada photobooth, terus ada refreshment, merchandise. Habis itu di stan yang cas energi ini juga jadi tahu kalau misalkan kita tuh bisa ngobrol sama Gemini, bisa curhat sama Gemini. Enggak ada batasan, jadi seru aja," kata Dina.
Rekan satu program studinya, Revi, menyampaikan harapan serupa agar Gemini dapat membantunya menyusun pola belajar yang lebih terstruktur.
Kedua mahasiswa tersebut juga menilai kehadiran Gemini membawa manfaat positif bagi kalangan mahasiswa, selama pemanfaatannya tidak disalahgunakan untuk menyontek.
Menurut Dina, teknologi ini sangat membantu dalam mempersiapkan materi dan mendukung proses belajar. Sementara itu, Reffi menambahkan, Gemini juga memudahkan mahasiswa merapikan materi kuliah yang diberikan dosen agar dapat dipelajari secara lebih berurutan.
Tidak hanya di Universitas Padjadjaran, Gemini Academy dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah melalui kemitraan strategis bersama Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama untuk sektor madrasah, serta berbagai universitas.
Gemini Academy diluncurkan pada Oktober 2023, dilatarbelakangi oleh kesenjangan kompetisi, dimana para pelajar sering kali lebih cepat menggunakan AI dibanding kebijakan institusi atau para pendidik, program ini telah menjangkau lebih dari 200.000 guru serta meluas ke lingkungan perguruan tinggi dan lembaga keagamaan.
Pewarta: Karen Virginia SyiefaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.