Bandung (ANTARA) - Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli-September 2026 di Jawa Barat, dengan menyiram total 181.186.530 kilogram beras bagi 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Percepatan distribusi skala besar yang secara simbolis dilakukan di Karawang, Senin ini, ditargetkan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan harian masyarakat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Bandung, Senin, menegaskan bahwa data PBP bersumber langsung dari Kementerian Sosial, sehingga pengawasan di lapangan diperketat guna mencegah terjadinya penyimpangan atau kebocoran kuota.

"Data penerima Bantuan Pangan ini berasal dari Kementerian Sosial. Tugas kita adalah memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Amran.

Amran menekankan jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima. Karena itu, Bapanas, Bulog bersama pemerintah daerah terus mengawal penyalurannya.

"Agar tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” ujar Amran.

Amran menambahkan, sinergi lintas lembaga dari tingkat pusat hingga aparat desa menjadi kunci keberhasilan penyaluran.

"Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan jaringan pergudangan dan stok beras cadangan pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk menyuplai seluruh titik penyerahan.

"Bulog memastikan stok beras untuk Bantuan Pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran. Bagi Bulog, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," kata Rizal.

Dalam peta distribusi di Jawa Barat, Kabupaten Karawang menjadi salah satu lumbung penerima terbesar dengan alokasi mencapai 7.491.750 kilogram (7.491 ton) beras yang dibagikan secara bertahap kepada 249.725 PBP.

Sebagai gambaran distribusi tingkat tapak, penyaluran di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang, menjangkau 1.092 PBP yang masing-masing mengantongi 10 kilogram beras per bulan (total 30 kg per PBP untuk alokasi tiga bulan), dengan akumulasi beras tersalurkan mencapai 32.760 kilogram (32,76 ton).

Bapanas bersama Bulog berkomitmen terus memperketat pengawasan penyaluran alokasi Juli-September 2026 di seluruh wilayah Jawa Barat agar berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026