Kota Bandung (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bandung menyatakan ketersediaan stok beras tetap aman menghadapi dampak El Nino atau fenomena musim kering yang berkepanjangan di 2026.
Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto menyebutkan per hari ini stok beras yang dikuasai oleh Bulog mencapai 25 ribu ton dan cukup aman untuk kebutuhan hingga akhir Desember 2026.
“Untuk kondisi El Nino tentunya pengaruhnya adalah mungkin ada yang gagal panen karena kekeringan. Tetapi masyarakat tidak usah khawatir, stok Bulog banyak,” kata Yanto kepada ANTARA di Bandung, Senin.
Yanto mengatakan stok yang tersedia saat ini juga cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran beras bantuan pangan pemerintah maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Ia menambahkan, apabila terjadi kekurangan stok, Bulog Cabang Bandung dapat memperoleh pasokan tambahan dari kantor Bulog lain di wilayah Jawa Barat.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Bandung juga terus menyalurkan beras SPHP melalui pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Bandung untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Bulog juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menggelar operasi pasar beras murah yang dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Untuk masyarakat saat ini juga kami tidak menyarankan adanya memborong pembelian. Tidak perlu ada kekhawatiran karena memang stok sangat aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada awal September hingga Oktober 2026.
“Tingkat puncaknya (kemarau) ini di awal September dan Oktober nanti. Ini posisi di mana kering-keringnya,” ujar Suaidi
Ia mengatakan kondisi kemarau diperkirakan mulai berangsur berakhir pada November 2026, ketika hujan diprediksi mulai turun secara bertahap di sejumlah wilayah.
“Selanjutnya, hasil prediksi BMKG pada bulan November kita sudah mulai turun hujan sedikit demi sedikit,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.