Bandung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menilai potensi ekonomi objek wisata Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, belum optimal menghasilkan nilai tambah keuangan.

Menurut Herman, sebagai destinasi wisata andalan Jabar, tata kelola bisnis Waduk Darma masih tergolong biasa saja sehingga belum mampu menjadi mesin pencetak keuntungan bagi sembilan desa di sekitarnya.

"Bagaimana Waduk Darma bisa menjadi wisata andalan tanpa dikelola dengan baik? Kami memandang hari ini masih biasa saja. Harusnya keuntungan dari pengelolaan wisata ini optimal sehingga memberikan kontribusi ke BUMD Jaswita, Pemkab, BUMDes, dan sembilan desa sekitarnya, karena itu akan kita dorong terus dan BUMDes harus jadi motor penggeraknya," kata Herman, Senin.

Guna memutar roda ekonomi perdesaan secara berkelanjutan, Herman mendesak seluruh pengurus BUMDes se-Jawa Barat melakukan pembenahan manajemen usaha, efisiensi rantai produksi, hingga perluasan strategi pemasaran, serta berkolaborasi dengan BUMD agar skala bisnis unit usaha desa kian membesar.

"Pastikan seluruh pengurus BUMDes profesional dan tata kelolanya baik, tentu bisa sinergi juga dengan BUMD dan BUMD harus maju bersama BUMDes, jangan sendiri-sendiri," ucapnya.

Selain sektor pariwisata, Herman menyoroti komoditas tutut (siput air) hasil tangkapan komersial Waduk Darma yang menembus volume produksi hingga empat kuintal per hari sebagai aset ekonomi pangan bernilai gizi tinggi.

Melalui festival kuliner Ngecrok Tutut Sajedingna yang melibatkan Pemprov, Pemkab Kuningan, dan OJK, Herman mendorong penguatan konsumsi tutut untuk menekan biaya penanganan stunting sekaligus menggerakkan rantai pasok ekonomi mikro warga lokal.

"Jangan main-main dengan tutut kalau kita ingin menghasilkan generasi handal, unggul dan berkualitas salah satunya harus cukup asupan protein hewani dan itu ada di tutut... Luangkan waktu untuk mengkonsumsi tutut karena punya kandungan gizi luar biasa dan membuat panjang umur," tuturnya.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026