Bandung (ANTARA) - Pedagang beras di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jawa Barat, menyebut ketersediaan pasokan beras hingga akhir Agustus tetap stabil dan aman dengan pasokan dari sejumlah daerah yang berjalan lancar.

Pedagang beras Andri (37) di Bandung, Senin, mengatakan pasokan beras yang diterimanya masih tersedia secara normal sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan baik.

"Semenjak musim kemarau dari bulan Juni hingga Agustus ini sih stok masih aman, jadi pasokan nya masih stabil," katanya.

Ia mengatakan beras yang tersedia di lapaknya memiliki sejumlah pilihan bagi konsumen, mulai dari beras medium dengan harga sekitar Rp14 ribu per kilogram hingga beras premium pada kisaran Rp16 ribu-Rp18 ribu per kilogram.

Menurut dia, beras premium yang banyak diminati konsumen antara lain dipasok dari wilayah Sumedang, sedangkan beras medium diperoleh dari Cirebon.

Andri menyebutkan kelancaran pasokan tersebut membuat aktivitas perdagangan beras di Pasar Kosambi tetap berjalan normal hingga saat ini, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha.

"Kiriman sudah naik, sudah ada kenaikan dari penggilingan, tetapi harga jualnya masih belum dinaikkan," ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat konsumen masih dapat memperoleh beras dengan harga yang relatif terjaga meskipun terdapat perubahan harga di tingkat penggilingan.

Andri berharap kelancaran pasokan beras dapat terus terjaga sehingga kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Kalau dari beras harganya tetap, paling naik sekitar Rp200," katanya.

Sebelumnya, Perum Bulog Cabang Bandung menjamin ketersediaan beras dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di Bandung Raya hingga akhir tahun 2026.

Pimpinan Bulog Cabang Bandung Yanto Nurdianto menyebutkan per Kamis ini stok beras yang dikuasai oleh Bulog mencapai 25 ribu ton dan cukup aman untuk kebutuhan hingga akhir Desember 2026.

“Bulog Cabang Bandung pada saat ini memiliki stok kurang lebih 25 ribu ton. Kemudian stok itu akan terus bertambah karena masih dilakukan penyerapan gabah dari petani,” katanya.

Ia menambahkan apabila terjadi kekurangan stok, Bulog Cabang Bandung dapat memperoleh pasokan tambahan dari Kantor Bulog lain di wilayah Jawa Barat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026