Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan pendampingan kepada petani untuk mempercepat pemanfaatan teknologi pascapanen guna mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan mutu produk pertanian.

Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya di Cirebon, Jumat, mengatakan penguasaan teknologi menjadi salah satu kemampuan yang perlu diperkuat karena pola pertanian terus berkembang menuju sistem yang lebih efisien.

Menurut dia, tantangan modernisasi pertanian tidak sebatas pada penyediaan peralatan, tetapi juga kesiapan petani untuk meninggalkan sebagian cara kerja lama dan menyesuaikan diri dengan teknologi baru.

"Petani perlu dibekali agar mampu mengikuti perubahan, karena sebagian masih belum terbiasa menggunakan teknologi otomatis maupun sistem digital," katanya.

Ia mengatakan kebutuhan tersebut semakin penting karena proses pertanian dengan pola konvensional, masih menimbulkan kehilangan hasil setelah panen yang diperkirakan mencapai 8-12 persen.

Salah satu tahapan yang menjadi perhatian, kata dia, adalah pengeringan gabah yang selama ini banyak dilakukan dengan memanfaatkan panas matahari sehingga waktunya sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Menurut dia, penggunaan vertical dryer dapat menjadi solusi karena pengeringan bisa dilakukan dengan waktu yang lebih terukur tanpa sepenuhnya menunggu kondisi panas dan cerah.

Ia menyebutkan pemanfaatan teknologi juga dapat diperluas pada proses pemilahan hasil melalui perangkat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang membantu menentukan kualitas produk secara lebih akurat.

"Penggunaan teknologi pengering dan penyortiran dapat mendorong hasil pertanian masuk kualitas premium, tetapi akses terhadap peralatan tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian petani," katanya.

Deni menuturkan sebagian hasil pertanian yang diproses dengan metode konvensional masih berada pada mutu menengah, akibat adanya gabah patah maupun kotoran yang ikut terbawa.

Ia mengemukakan perbaikan kualitas dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap harga jual dan kesempatan produk untuk masuk ke pasar yang memiliki persyaratan mutu lebih tinggi, termasuk pasar modern dan industri pengolahan.

"Ketika mutu produk meningkat, peluang mendapatkan harga yang lebih baik juga terbuka. Karena itu, kesiapan petani untuk beradaptasi menjadi penting," ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026