Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat kebutuhan guru SMP di Cianjur mencapai 775 orang hingga tahun 2027 seiring banyaknya guru yang memasuki masa pensiun dan pemenuhan kebutuhan guru belum mencukupi.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Rabu, mengatakan kebutuhan guru saat ini sedikit terbantu dengan adanya penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu.
Namun kebutuhan tersebut akan kembali meningkat pada tahun 2027 karena banyak guru yang akan pensiun di tahun 2026, dimana sekitar 155 sekolah SMP di Cianjur membutuhkan tambahan tenaga pendidikan minimal empat sampai lima orang.
"Keterbatasan guru di sejumlah sekolah membuat beban mengajar guru yang tersedia menjadi semakin tinggi, laporan dari sejumlah kepala sekolah, terdapat guru yang mengajar hingga 38 jam dalam satu minggu, jauh di atas kewajiban minimal 24 jam," katanya.
Pemenuhan jam belajar atau beban mengajar guru di setiap sekolah sudah melebihi 24 jam, bahkan ada yang sampai 38 jam lebih dalam setiap minggu karena keterbatasan akibat banyaknya guru yang pensiun dan lain sebagainya.
Kekurangan tenaga pendidik terjadi pada sejumlah mata pelajaran tertentu, diantaranya Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan mata pelajaran lainnya, bahkan dalam satu satuan pendidikan, kekurangan guru mencapai lima orang untuk sejumlah mata pelajaran.
Pihaknya menegaskan sekolah tidak diperbolehkan melakukan pengangkatan guru honorer baru sesuai ketentuan pemerintah pusat dan daerah, sehingga sekolah diminta mengoptimalkan tenaga guru yang sudah tersedia ASN atau PPPK penuh waktu dan paruh waktu.
“Untuk guru honorer sesuai aturan dan ketentuan pemerintah pusat dan daerah , sekolah tidak boleh mengangkat guru honorer cukup memaksimalkan guru yang ada untuk mengisi jam kosong di setiap sekolah,” katanya.
Hingga saat ini, pemetaan kebutuhan guru dilakukan berdasarkan usulan dari masing-masing satuan pendidikan dan dilaporkan Dinas Pendidikan melalui mekanisme kepegawaian dan data pokok pendidikan (Dapodik) serta pemetaan pada aplikasi Ruang Talenta Guru.
“Selain melalui pengusulan kebutuhan dapat terlihat melalui Dapodik sekolah dan Ruang Talenta Guru, sehingga kami memaksimalkan guru yang tersedia untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik di ratusan SMP di Cianjur," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.