Cirebon (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyebut Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Cirebon menjadi wakil daerahnya pada ajang Nutrition Goes to School (NGTS) tingkat Asia Tenggara.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Ade Cahyaningsih di Cirebon, Senin, mengatakan SMPN 7 Cirebon menjadi satu-satunya sekolah dari Jawa Barat yang melaju dalam program NGTS tingkat Asia Tenggara.
"Yang sudah dilakukan SMP 7 adalah bagaimana mengimplementasikan gizi di sekolah dan memang memberikan contoh," katanya.
Ade mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi sekolah dalam menerapkan edukasi gizi, melalui kegiatan yang dapat dilihat dan dilakukan langsung oleh siswa.
Menurut dia, SMPN 7 tidak hanya menyampaikan pengetahuan mengenai gizi melalui pembelajaran, tetapi juga menyediakan lingkungan yang mendukung penerapan pola hidup sehat.
Ia mengemukakan di lingkungan sekolah tersedia berbagai sumber pangan, antara lain ikan, telur, dan sayuran yang dimanfaatkan sebagai bagian dari penerapan program gizi.
"Bagaimana merubah lingkungan yang semula sangat gersang menjadi lingkungan yang sangat rindang dan memang bisa menjadi penyedia protein, penyedia nutrisi," ujarnya.
Ade menilai pendekatan tersebut penting karena siswa masih berada dalam tahap pembelajaran, yang membutuhkan contoh konkret agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan.
Ia berharap capaian SMPN 7 Cirebon di tingkat Asia Tenggara dapat menjadi contoh bagi sekolah lain, untuk mulai mengembangkan program lingkungan dan gizi dari kegiatan sederhana yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sementara itu, Koordinator Program NGTS SMPN 7 Cirebon Nindya Hapsary mengatakan program tersebut telah dirintis sejak 2019 dan dikembangkan melalui empat pilar utama.
“Keempatnya meliputi edukasi gizi, kantin sehat, kebun gizi, dan kewirausahaan gizi yang diterapkan dalam berbagai kegiatan sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan edukasi gizi diterapkan dalam sejumlah mata pelajaran. Pada pelajaran IPA, misalnya, materi sistem pencernaan dikaitkan dengan fungsi karbohidrat dan protein bagi tubuh.
Sekolah juga melibatkan Kader Kesehatan Remaja untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah siswa serta bekerja sama dengan puskesmas dalam mengawasi makanan yang dijual di kantin.
"Target selanjutnya kita terus terang mau mengimbaskan, supaya sekolah-sekolah yang ada di Kota Cirebon itu mengikuti jejak kami," ujar Nindya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.