Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat menargetkan perbaikan sebanyak 5.000 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan besaran bantuan perbaikan rumah disesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan kelompok desil penerima bantuan.

"Bantuan rutilahu ditargetkan 5.000 unit dengan bantuan sebesar Rp40 juta per unit untuk desil 1, Rp30 juta untuk desil 2, dan Rp20 juta untuk desil 3," katanya di Bandung, Sabtu.

Program perbaikan rutilahu sendiri dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah desa untuk memperluas cakupan penerima manfaat.

Pihaknya mencatat telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 29.327 unit rutilahu sejak 2021 hingga pertengahan 2026, sedangkan sekitar 15.000 unit lainnya ditargetkan dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.

Selain perbaikan rumah, Pemkab Bandung juga menjalankan program Sekolah Rakyat yang saat ini telah tersedia di empat titik, yakni Ciwidey, Soreang (Cipetir 1 dan 2), serta Dayeuhkolot (NHI).

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang masuk desil 1 dan desil 2 dengan menyediakan pendidikan gratis mulai tingkat Sekolah Dasae (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Sekolah Rakyat ini gratis mulai SD, SMP, sampai SMA. Ini upaya kita agar anak-anak kita tidak ada yang putus sekolah," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat, pemerintah desa, dan perangkat daerah memperkuat kolaborasi dalam menjalankan berbagai program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026