Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menerima 500 pengaduan masyarakat melalui posko pengaduan yang terletak di Pendopo Cianjur, dimana sebagian besar langsung ditangani terutama masalah kesehatan yang banyak dilaporkan.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Rabu, mengatakan lokasi posko pengaduan yang semula terletak di Balai Praja akan dipindah ke Balai Wihaha agar terlihat langsung masyarakat yang hendak membuat laporan atau pengaduan.
Posko pengaduan sudah berdiri sejak awal tahun 2025, dimana hingga Agustus 2026 ratusan laporan diterima petugas dan ditindaklanjuti dinas terkait dengan menggunakan berbagai skema menggunakan anggaran pemerintah atau melalui program patungan atau rereongan ASN.
Dia memastikan masyarakat tidak perlu melalui prosedur yang rumit untuk menyampaikan pengaduan. Warga cukup datang langsung ke posko dan membawa identitas apabila diperlukan.
“Setiap hari ada petugas yang menerima laporan dari masyarakat di posko pengaduan yang merupakan komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan, dimana setiap laporan diterima dan ditindaklanjuti," katanya.
Masyarakat yang membuat aduan atau laporan cukup membawa kartu identitas, sehingga petugas dapat tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku dengan cepat, sehingga masyarakat lebih mudah menyampaikan apa yang menjadi keluhan maupun kebutuhannya.
Sedangkan keberadaan posko tersebut, kata dia, masih kurang diketahui masyarakat sehingga ada yang langsung melapor ke Gubernur Jabar beberapa waktu lalu, sehingga hal tersebut membuat pihaknya memindahkan lokasi ke bagian tengah Pendopo Cianjur.
Posko di lokasi yang baru masih di lingkungan Pemkab Cianjur, lanjutnya, diharapkan lebih memudahkan masyarakat dalam membuat laporan karena lokasi terlihat jelas dari pintu masuk utama atau dari pintu belakang sehingga masyarakat tidak perlu bertanya.
"Pemindahan posko pengaduan menjadi bagian dari evaluasi setelah masih ditemukan masyarakat yang belum mengetahui keberadaan layanan yang menjadi komitmen kami selama ini," katanya.
Setiap laporan yang masuk, tambah dia, langsung ditanggapi dinas terkait yang sebagian besar masalah layanan kesehatan, pendidikan, dan laporan lainnya diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
"Nanti dinas dan instansi akan berkolaborasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang dilaporkan masyarakat, baik menggunakan anggaran pemerintah daerah atau patungan dari seluruh ASN," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.