Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan asesmen terhadap rumah warga yang roboh dan terancam bahaya karena terdampak bencana longsor di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi.
"Longsor terjadi akibat kondisi struktur tanah yang labil dan tidak mampu menahan beban bangunan di atasnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, BPBD Garut sudah menurunkan tim untuk melakukan asesmen menindaklanjuti laporan kejadian bencana alam tanah longsor yang menyebabkan rumah roboh di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi pada Senin (17/8) petang.
Hasil asesmen di lapangan, kata dia, terdapat satu rumah roboh milik keluarga Yana yang berpenghuni enam jiwa. Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dan seluruh penghuninya sudah diungsikan ke rumah kerabatnya.
Ia menyampaikan, kejadian itu bermula karena adanya tanah bergerak, kemudian terjadi longsor yang menyebabkan tiang penyangga utama bangunan rumah tersebut patah yang akhirnya roboh.
Bangunan rumah permanen yang roboh itu berada persis di pinggir jalan raya dengan area belakang rumah merupakan jurang dengan kedalaman kurang lebih 20 meter dari permukaan jalan.
Ia menyebutkan, dari hasil asesmen juga terdapat empat rumah warga yang berada di bawah lokasi bangunan rumah roboh itu, sehingga diimbau untuk waspada, terutama saat turun hujan.
"Material longsoran dan sisa bangunan mengancam empat unit rumah warga yang berada tepat di bawahnya," katanya.
Aah menambahkan, jajarannya saat ini sudah mengimbau masyarakat sekitar agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat, atau adanya tanda-tanda pergerakan tanah susulan.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.