Cirebon (ANTARA) - Bupati Cirebon Imron mengatakan warga binaan yang menerima remisi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sudah mendapat bekal keterampilan usaha selama menjalani pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Jawa Barat.
"Ketika keluar nanti, jangan lakukan perbuatan itu (kejahatan) lagi, tetapi kembangkan keterampilan ekonominya di tengah masyarakat," kata Imron di Cirebon, Selasa.
Menurut dia, keterampilan ekonomi yang diperoleh selama pembinaan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan produktif setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke masyarakat.
Ia mengapresiasi, Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon yang memberikan pembinaan melalui kegiatan kerohanian, ekonomi kreatif, UMKM, dan ketahanan pangan.
Imron mengatakan, keterampilan tersebut perlu dikembangkan setelah warga binaan bebas, agar mereka memiliki kegiatan ekonomi dan tidak kembali melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Ia juga menekankan, pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika dengan meningkatkan pengawasan dan kepekaan terhadap perubahan perilaku anak.
"Narkoba itu menghancurkan masa depan. Jika tidak ada niat kuat, akan sangat susah untuk lepas. Karena itu, benteng utamanya adalah kepekaan orang tua, ilmu, dan pemahaman agama," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon Machda Landasny mengatakan sebanyak 1.279 dari 1.427 warga binaan menerima remisi pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menyampaikan, sebanyak 148 warga binaan lainnya belum mendapatkan remisi karena sejumlah alasan, antara lain menjalani pidana seumur hidup, pidana kurungan subsider, serta kendala administratif.
Machda mengatakan, pembinaan kemandirian usaha dan ketahanan pangan tersebut, melibatkan instruktur profesional dari Arjawinangun dan Cirebon.
Machda mengatakan, program pembinaan tetap dilaksanakan meskipun jumlah penghuni lapas mencapai 1.427 orang, sedangkan kapasitas idealnya sekitar 460 orang.
"Warga binaan yang sudah mahir nantinya mengajarkan keahlian tersebut kepada rekan-rekannya," katanya.
Selain pelatihan keterampilan, Lapas Narkotika Cirebon mengelola peternakan ayam petelur melalui Koperasi Pegawai yang saat ini terdapat sekitar 500 ekor ayam dan direncanakan penambahan 500 ekor di luar area lapas.
“Hasil peternakan tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan BAMA, kantin lapas, dan masyarakat umum,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.