Garut (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Jawa Barat menangani 338 kebakaran selama kurun waktu Januari sampai pertengahan Agustus 2026, kejadian tersebut melonjak dibandingkan 2025 yang mencapai 225 kejadian.

"Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 338 kejadian kebakaran, meningkat dibandingkan total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai 225 kejadian," kata Kepala Disdamkar Kabupaten Garut Usep Basuki Eko di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, kejadian kebakaran di Kabupaten Garut terjadi peningkatan signifikan sepanjang 2026 dengan rincian dari 338 kejadian yakni sebanyak 175 kejadian kebakaran bukan lahan, dan 163 kejadian lainnya kebakaran lahan.

Angka itu, kata dia, menunjukkan peningkatan jumlah kejadian kebakaran yang dipengaruhi oleh adanya kebakaran lahan saat musim kemarau, dan kemungkinan bisa bertambah sampai pencatatan akhir tahun karena kemarau masih terjadi.

"Namun, data tersebut belum dapat dibandingkan secara penuh dengan 2025 karena pencatatan 2026 baru berlangsung sampai 16 Agustus," katanya.

Ia menyampaikan, Disdamkar Garut saat ini memberikan perhatian khusus dalam penanganan kasus kebakaran lahan karena jumlahnya cukup banyak, jika dibandingkan  2025 hanya 21 kejadian, sedangkan selama Januari sampai 16 Agustus 2026 jumlahnya sudah 163 kejadian.

Ia menyebutkan, kejadian kebakaran lahan paling banyak pada 2026 terjadi selama Juli sebanyak 81 kejadian, kemudian saat ini di Agustus baru tercatat 66 kejadian.

Data tersebut, kata dia, menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan, khususnya periode pertengahan tahun di saat musim kemarau.

"Artinya, terjadi penambahan sebanyak 142 kejadian, atau sekitar 676,2 persen dibandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang  2025," katanya.

Ia menambahkan, kebakaran bukan lahan seperti rumah dan bangunan selama 2025 tercatat sebanyak 204 kejadian, sedangkan saat ini sampai pertengahan Agustus 2026 tercatat 175 kejadian.

Kejadian kebakaran bukan lahan tertinggi pada 2026, kata dia, terjadi pada Juli sebanyak 35 kejadian, kemudian Februari 27 kejadian, dan Maret 24 kejadian.

Ia menyampaikan, data kebakaran di Garut selama ini untuk memberikan gambaran penting kepada masyarakat terkait potensi ancaman kebakaran, sehingga harus menjadi perhatian semua pihak untuk mencegahnya.

"Kami juga akan terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran lahan yang meningkat pada periode pertengahan tahun, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026