Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berkolaborasi dengan PMI dan Perumdam Cianjur guna memberikan pelayanan air bersih untuk warga terdampak kemarau di sejumlah kecamatan di Cianjur.
Kepala BPBD Cianjur Iwan Karyadi di Cianjur, Senin, mengatakan sejak beberapa pekan terakhir permintaan air bersih dari masyarakat di sejumlah kecamatan mengalami peningkatan karena sebagian besar sumber air terutama sumur resapan mulai mengering.
Kolaborasi dengan PMI dan Perumdam dilakukan guna memenuhi permintaan masyarakat di 18 kecamatan terdampak mulai dari utara hingga selatan, dimana dalam waktu dekat pihaknya akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah kecamatan di wilayah selatan.
"Sejak satu pekan terakhir permintaan air cukup tinggi terutama di wilayah selatan Cianjur, sehingga kami berkolaborasi dengan PMI dan Perumdam Cianjur, untuk membantu meringankan beban masyarakat terutama di wilayah selatan," katanya.
Dia menjelaskan telah menjalin komunikasi untuk segera melakukan kegiatan dengan target satu hari dapat mendistribusikan 20-30 ribu liter air bersih di kecamatan terdampak seperti di Kecamatan Cibinong dan Cidaun.
Sepanjang musim kemarau, tutur dia, pihaknya telah mendistribusikan lebih dari 200 ribu liter air ke wilayah terdampak kemarau dengan 6.000 kepala keluarga penerima manfaat yang sebagian besar tinggal di wilayah timur Cianjur.
Kegiatan tersebut akan terus digelar selama permintaan pendistribusian air bersih masih tinggi, termasuk melibatkan truk tangki dan water canon milik Polres Cianjur, sehingga permintaan dapat terpenuhi setiap hari.
"Untuk Kecamatan Cibinong kami bekerjasama dengan PMI Cianjur, sedangkan Kecamatan Leles, melibatkan tangki Polres Cianjur, dalam waktu dekat kami akan berkolaborasi serentak mendistribusikan air di wilayah selatan," katanya.
Seiring musim kemarau yang masih melanda Cianjur, sehingga dapat memicu terjadi kebakaran lahan dan hutan baik karena faktor alam dan kesalahan manusia, pihaknya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memantau situasi lingkungan sekitar.
"Segera melapor ketika melihat titik api yang membakar lahan atau hutan agar langsung ditangani petugas dan relawan sehingga tidak sampai meluas," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.