Cianjur (ANTARA) - Dinas kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat musim kemarau dapat meningkatkan sejumlah risiko kesehatan, sehingga masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, gangguan pernapasan, hingga penyakit kulit.
Kepala Dinkes Cianjur I Made Setiawan di Cianjur, Sabtu, mengatakan cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga harus segera diantisipasi, karena dapat berkembang menjadi dehidrasi bahkan heat stroke.
Pola hidup sehat dan menerapkan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan di luar rumah kembali diterapkan guna menghindari berbagai penyakit yang dapat menyerang selama musim kemarau, termasuk gangguan pernapasan.
"Masyarakat dari utara hingga selatan harus rutin memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi dengan memperbanyak konsumsi air putih khususnya ketika melakukan aktivitas di tengah cuaca panas," katanya.
Berbagai risiko kesehatan lainnya muncul akibat meningkatnya paparan debu selama musim kemarau, dimana kondisi jalan dan lingkungan yang kering membuat debu lebih mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan.
Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker, terutama di lokasi dengan tingkat debu dan asap tinggi, dimana di dalamnya dapat membawa virus atau bakteri yang masuk dalam saluran pernapasan.
Seiring kemarau, keterbatasan air bersih dikhawatirkan berdampak terhadap penerapan pola hidup bersih dan sehat, terutama kebiasaan mencuci tangan, berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan sanitasi, salah satunya diare.
"Untuk antisipasi dan penanganan cepat, kami memastikan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas memiliki persediaan masker yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan diri," katanya.
Dia berharap penggunaan masker tidak hanya dilakukan ketika masyarakat sedang mengalami sakit, namun menjadi kebiasaan ketika kualitas udara di lingkungan sekitar memburuk akibat debu maupun asap.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.