Tasikmalaya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat siap membangun sumur bor yang ditargetkan setiap kecamatan pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat maupun pertanian saat musim kemarau.
"Tahun ini tiap kecamatan memiliki sumur bor yang memadai dengan kapasitas diperbesar," kata Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi di Tasikmalaya, Jumat.
Pemkab Tasikmalaya selama ini terus berupaya mengantisipasi dan meminimalisasi dampak besar dari musim kemarau, seperti krisis air bersih dan kekeringan lahan.
Pemkab Tasikmalaya sudah melakukan rapat koordinasi untuk penanganan dampak kemarau dengan menyiapkan strategi penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang seperti menyalurkan bantuan air, penyediaan sumur bor, dan gerakan reboisasi.
Langkah yang dilakukan pemerintah daerah itu, kata dia, untuk memastikan kebutuhan air bagi masyarakat bisa tetap terpenuhi meski musim kemarau.
"Untuk kedaruratan dan jangka pendek harus terpenuhi atas koordinasi dari BPBD," katanya.
Ia menyampaikan pembangunan sumur bor itu merupakan strategi penanganan jangka menengah Pemkab Tasikmalaya yang mendorong pengalokasian anggarannya dengan skema APBD Perubahan 2026.
Ia berharap adanya sinergitas antara pemerintah daerah dan pokok-pokok pikiran 50 anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk dapat menjangkau seluruh daerah sehingga bisa merata pembangunannya.
Pemkab Tasikmalaya juga akan memanfaatkan kemitraan dengan lembaga kemanusiaan internasional yakni Qatar Charity untuk membangun sumur bor.
"Jadi, pembangunan tidak boleh setengah-setengah," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.