Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menilai potensi pasar motor listrik di Indonesia mencapai 170 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.036 triliun (kurs Rp17.858,70).

“Kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai 170 billion US dollar,” ujar Rosan dalam acara peluncuran dan peresmian MOLINAS beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Rosan menyampaikan bahwa saat ini, jumlah motor yang ada di Indonesia berada di kisaran 140 juta motor. Setiap tahunnya, lanjut dia, terdapat pembelian motor sebanyak 6–7 juta motor.

Akan tetapi, Rosan menyoroti pembeli motor listrik yang kurang lebih hanya 60 ribu–70 ribu unit per tahunnya.

“Jadi, (porsi motor listrik) hanya 1 persennya. Kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial,” kata Rosan.

Berdasarkan potensi tersebut, tutur Rosan, kurang lebih terdapat 10 perusahaan nasional yang sudah sesuai kriteria pemenuhan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian.

Dalam rangka mengembangkan motor listrik nasional, Rosan juga menyampaikan keterlibatan PT Len Industri, sehingga motor listrik nasional memiliki standarisasi internasional.

“Tidak hanya menjadi champion di Indonesia, tetapi juga champion di regional, bahkan harus menjadi champion di dunia,” ucap Rosan.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional (MOLINAS) buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.

Presiden Prabowo, saat memberikan sambutannya, memuji keberanian dari pelaku usaha swasta, terutama yang mau ambil risiko memproduksi motor listrik, di tengah gempuran persaingan motor listrik buatan China, Jepang, ataupun Korea Selatan.

Bagi Presiden, langkah para pengusaha itu merupakan bagian dari usaha bersama membangun Indonesia—yang sering disebut sebagai Indonesia Incorporated oleh Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, keberanian para pengusaha memproduksi motor listrik merupakan bagian dari kepentingan nasional, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor dari luar negeri.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BKPM: Potensi pasar motor listrik di Indonesia 170 miliar dolar AS

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026