Bandung (ANTARA) - Diet adalah salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Namun, diet yang terlalu ekstrem dapat membuat tubuh kehilangan zat gizi.
Laman Kemenkes melalui artikel “Amankah Diet Menurunkan Berat Badan secara Instan?” menjelaskan risiko diet yang terlalu ekstrem. Bagi kamu yang ingin diet tetapi masih ingin mengonsumsi makanan yang bervariasi, defisit kalori bisa menjadi salah satu pilihan.
Defisit kalori merupakan kondisi ketika asupan kalori yang masuk ke tubuh lebih rendah dibandingkan kebutuhan energi tubuh. Laman Kemenkes juga menyebutkan, mengurangi asupan kalori harian dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menurunkan berat badan.
Defisit kalori dapat dilakukan dengan mengatur pola makan dan aktivitas fisik. Berdasarkan laman Kemenkes melalui artikel “Ayo Bergerak, Cegah Obesitas”, saat jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih rendah dibandingkan energi yang dibutuhkan, tubuh dapat menggunakan energi yang tersimpan.
Meski sedang mengurangi asupan kalori, kebutuhan gizi harus tetap diperhatikan. Laman Kemenkes melalui artikel “Mengenal Diet Rendah Kalori” juga membahas mengenai pengaturan asupan kalori dalam menjalani diet. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi makanan yang lebih beragam agar tubuh tetap mendapatkan zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
Jadi defisit kalori bisa menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus menghindari berbagai jenis makanan. Namun, tetap perhatikan kebutuhan gizi dan lakukan secara seimbang agar pola makan tetap sehat.
Pewarta: Zahra Diya SahiraEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.