Melangkah jauh
Torehannya yang mantap membuat Bilal melangkah lebih jauh. Pada 2022, dia memutuskan untuk bertarung secara profesional di Cage Fury Fighting Championship (CFFC). CFFC dianggap salah satu kompetisi paling penting di AS untuk membuka jalan menuju UFC.
Bertemu dengan lawan-lawan tangguh di CFFC, Bilal yang bermain di kelas terbang (flyweight) melanjutkan kampanye yang membuat lawan ciut.
Pada laga pertamanya di CFFC kontra Xhelai Lleshi, Bilal menang dengan keputusan terbelah (split decision). Selanjutnya, Bilal tidak terkalahkan di CFFC, memenangi tujuh pertandingan berikutnya di sana dengan TKO, KO atau kuncian (submission).
Bilal bahkan merebut gelar juara kelas ringan CFFC kala menaklukkan Jose Leon pada akhir September 2024. Gelar itu pun terus dalam genggamannya sampai saat ini.
Dengan status sebagai juara kelas ringan CFFC, Bilal terlibat dalam Dana White's Contender Series (DWCS). DWCS itu semacam wadah yang disediakan Presiden UFC Dana White untuk menyaring petarung berpotensi.
Petarung yang dianggap terbaik di DWCS berhak atas kontrak UFC. Syaratnya tidak harus menang, tetapi wajib menampilkan kemampuan yang impresif supaya memperoleh penilaian positif dari Dana White dan tim UFC.
Bilal Hasan memasuki arena pertandingan DWCS Season 10 di Meta APEX, Las Vegas, Amerika Serikat, Selasa (11/8), dengan kepercayaan tinggi.
Motivasinya berlipat, Bilal datang dengan keinginan membawa nama Indonesia terbang tinggi di kancah MMA dunia.
"Saya sangat bersemangat untuk memopulerkan MMA di Indonesia dan menempatkan Indonesia di peta dunia MMA," ujar Bilal suatu kali kepada CFFC. Tidak heran Bilal diberi julukan The IndoNinja.
Begitu lonceng berbunyi, Bilal menatap tajam Mridul Saikia, mencari celah di antara pertahanan tubuhnya.
Tendangan dan pukulan dilepaskan untuk membuka benteng Saikia. Tenaga Bilal terjaga di setiap gerakan, ciri khas yang sudah dibangunnya dengan susah payah dari anak-anak.
Bilal, yang ditetapkan laman MMAMania.com sebagai "Prospek Bulan Ini" pada Februari 2026, memang terkenal dengan serangan (striking) yang kuat dan presisi, baik itu dengan tangan maupun kaki.
Pukulan dan tendangannya kerap menyakiti lawan. Terbukti, dari seluruh atau delapan kemenangannya di CFFC, hanya sekali yang diputuskan dengan angka. Lainnya tuntas dengan KO atau TKO, rata-rata hanya sekitar dua ronde.
Hanya satu yang dia menangkan dengan kuncian leher (rear-naked choke), atas Jose Leon, dan itu membuahkannya sabuk juara kelas terbang CFFC. Satu fakta yang memperlihatkan kemampuan pertarungan ground-nya tidak bisa dipandang sebelah mata.
Begitulah, baru 45 detik laga berlangsung, Bilal menghentikan perlawanan Mridul Saikia. Pukulan tangan kanan yang membuat Saikia terjatuh, dilanjutkan hantaman bertubi-tubi ke wajah petarung India itu menghasilkan kemenangan untuk Bilal.
Melihat "ledakan" Bilal di WS, Dana White tidak ragu memberikannya kontrak UFC. Seusai laga, Dana White juga menyebut Bilal Hasan sebagai "petarung terfavorit sepanjang sejarah Contender Series".
Bilal Hasan sudah menempatkan dirinya dalam mimpi petarung-petarung MMA. Akan tetapi, perjalanannya masih panjang. Masih banyak tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi, apalagi UFC kerap tidak ramah dengan petarung Asia apalagi Asia Tenggara.
Akankah Bilal bisa menjadi kampiun di UFC berikutnya dari Asia Tenggara setelah petarung Myanmar Joshua Van melakukannya pada Desember 2025 setelah dia mengalahkan juara kelas terbang (flyweight) Alexandre Pantoja?
Suatu saat. Semoga saja.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bilal Hasan, taekwondoin yang jadi petarung Indonesia di UFC
Pewarta: Michael SiahaanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.